Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisa Produksi 250 Juta Dosis, Bos Bio Farma Beberkan Tahapan Pencarian Vaksin Covid-19

Bio Farma menyebut ada tiga tahapan uji klinis sebelum produksi vaksin bisa dimulai. Bio Farma juga melakukan kolaborasi bersama perusahaan farmasi asal China dalam upaya pencarian vaksin virus corona.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  23:43 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi PT Bio Farma di Kota Bandung, Jumat (24/4/2020). Bio Farma menargetkan bisa memulai produksi vaksin merah putih pada tahun depan. - Istimewa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi PT Bio Farma di Kota Bandung, Jumat (24/4/2020). Bio Farma menargetkan bisa memulai produksi vaksin merah putih pada tahun depan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bio Farma (Persero) optimis pembuatan vaksin untuk mengatasi virus corona (Covid-19) bisa rampung pada akhir 2021. Bila berjalan sesuai rencana, Bio Farma mengklaim bisa memproduksi vaksin sebanyak 250 juta dosis per tahun.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dalam pembuatan vaksin. Dia menjelaskan LBM Eijkman akan mengirimkan bibit vaksin pada kuartal I/2021. Kemudian, pada kuartal III hingga kuartal IV akan dilakukan uji klinis.

“Bila berjalan lancar, maka di akhir 2021 sudah bisa kami produksi [Vaksin Merah Putih] secara masal,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (15/7/2020).

Honesti mengungkapkan, pengembangan vaksin dilakukan melalui vaksin protein rekombinan yang akan menjadi produk mandiri Indonesia. Saat ini LBM eijkman tengah mengembangkan cara untuk mendapatkan bibit vaksin dari virus corona. 

Honesti pun mengungkapkan bahwa mulai dari kuartal I/2020 setelah bibit vaksin diterima, peran dari pihaknya akan dibagi menjadi tiga tahap uji klinis.Uji klinis tahap pertama diperlukan untuk melihat keamanan vaksin. Uji klinis tahap satu akan dicoba ke manusia secara terbatas. 

“Sementara itu, uji klinis tahap kedua lebih ke khasiat dari vaksin. Kalau bagus akan masuk ke uji klinis tahap tiga yang lebih banyak sampel untuk uji vaksinnya [ke manusia], kalau ini bagus akan kami proses secara masal,” Jelas Honesti.

Dia mengungkapkan bahwa diperlukan dana sekitar Rp 103,7 miliar untuk pengembangan vaksin Covid-19 mulai dari tahap I hingga tahap III. Menurutnya, untuk Rp 63,2 miliar akan diperuntukan bagi pengembangan vaksin nasional yang dilakukan sejumlah lembaga penelitian di bawah koordinasi Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Sementara itu, sisanya Rp 40,5 miliar untuk kolaborasi uji klinis Bio Farma bersama Sinovac Biotech Ltd, perusahaan biofarmasi asal Cina.Bio Farma telah mengantongi uji klinis vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Honesti mengatakan uji klinis ini akan dilakukan di fasilitas milik perseroan di Bandung pada Agustus mendatang, berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bio farma
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top