Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sumut Mengekspor 461 Ton Teh ke Sembilan Negara

Volume ekspor teh dari Provinsi Sumatra Utara selama semester I 2020 mencapai 461 ton atau senilai Rp10, 4 miliar.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  03:25 WIB
Kebun teh. - Antara
Kebun teh. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Volume ekspor teh dari Provinsi Sumatra Utara selama semester I 2020 mencapai 461 ton atau senilai Rp10, 4 miliar.

"Ekspor teh melalui Pelabuhan Belawan sejak Januari 2020 hingga masa pandemi Covid-19 saat ini masih cukup tinggi, diekspor ke sembilan negara, " ujar Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul di Medan, Selasa (7/7/2020).

Berdasarkan catatan aplikasi onlinie IQFAST Karantina Pertanian Belawan, sembilan negara tujuan ekspor teh asal Sumut itu yakni Malaysia, Taiwan, Thailand, Vietnam, Brunai Darussalam, Pakistan, Jerman, RRC dan Iran.

Ekspor teh dari Pelabuhan Belawan sebanyak 461 ton itu dilakukan dengan 26 kali pengiriman.

"Ekspor teh Sumut selama satu semester I 2020 sudah sebesar 39 persen dari total ekspor teh Sumut pada tahun 2019 yang mencapai 1.196 ton, " katanya.

Karantina Pertanian Belawan, ujar Hasrul, terus mendorong dan termasuk memberikan pendampingan teknis agar ekspor teh dan lainnya dari Sumut berjalan lancar dan bahkan meningkat.

Akhir pekan lalu, pihaknya melakukan kunjungan ke Kebun Bah Butong, kebun teh milik PTPN IV.

Saat kunjungan itu, Karantina Pertanian Belawan melakukan sosialisasi program gerakan tiga kali ekspor (Gratieks) dan melakukan pendampingan teknis agar teh itu memenuhi standar persyaratan karantina sehingga lolos di negara tujuan ekspor.

“Kami berikan pendampingan bagaimana proses mitigasi OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) pada tempat produksi dan kemasan teh sehingga dapat memiliki sanitasi yang baik,” ujarnya.

Menurut dia, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menargetkan hingga tahun 2024 ada lompatan ekspor komoditas pertanian hingga tiga kali lipat melalui program Gratieks.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, sebagai penanggungj awab program Gratieks telah menginstruksikan kepada seluruh unit pelaksana teknis karantina di seluruh Indonesia untuk melakukan sinergisitas .

Serta pendampingan teknis kepada para pelaku ekspor di seluruh Indonesia agar dapat mencapai target Gratieks.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teh
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top