Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19, Campina Ubah Target Produksi Jadi Negatif

PT Campina Ice Cream Industry Tbk. menyatakan pandemi Covid-19 membuat produksi es krim perseroan akan lebih rendah dari realisasi akhir 2019.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  21:40 WIB
Es krim, salah satu yang paling disukai anak-anak.  - CAMPINA
Es krim, salah satu yang paling disukai anak-anak. - CAMPINA

Bisnis.com, JAKARTA - PT Campina Ice Cream Industry Tbk. menyatakan pandemi Covid-19 membuat produksi es krim perseroan akan lebih rendah dari realisasi akhir 2019.

National Sales Manager & Marketing Campina Adji Andjono menyatakan perseroan telah mengubah target pertumbuhan produksi perseroan menjadi minus 3-5 persen pada akhir 2020. Adji berujar hal tersebut disebabkan oleh rendahnya mobilitas konsumen pada saat pandemi.

"Karena jumlah orang yang pergi keluar rumah berkurang, otomatis berpengaruh pada pasar es krim yang [tumbuh karena] impulse [konsumen secara mendadak]," katanya kepada Bisnis, Senin (6/7/2020).

Adji menjelaskan pasar es krim di dalam negeri dibagi menjadi dua yakni pasar es krim luar rumah dan dalam rumah. Pasar es krim luar rumah bergantung pada keinginan sesaat konsumen, sementara pasar dalam rumah bergantung pada konsumsi yang direncanakan.

Produk pasar luar rumah adalah es krim stik maupun mangkuk, sedangkan produk pasar dalam rumah umumnya berukuran besar dan dijual dalam bentuk liter. Selain itu, pasar es krim nasional didominasi oleh pasar luar rumah hingga 80 persen, sedangkan pasar dalam rumah hanya 20 persen.

Adji menjelaskan portofolio produksi perseroan serupa dengan industri, yakni 80 persen produk stik maupun mangkuk dan 20 persen produk ukuran besar. Adji meramalkan penurunan penjualan pada April-Mei membuat produksi pada kuartal II/2020 lebih rendah dari realisasi kuartal I/2020.

Pada kuartal I/2020, biaya produksi perseroan terkontraksi secara tahunan sebesar 3,85 persen dari Rp97,7 miliar pada kuartal I/2019 menjadi Rp94 miliar. Realisasi tersebut memutus tren pertumbuhan yang mulai terbentuk pada 2018.

Adji menduga serapan es krim perseroan mulai membaik pada akhir kuartal II/2020 akibat hari raya Idul Fitri. Namun demikian, realisasi pada semester I/2020, ujar Adji, merupakan basis perseroan untuk merubah target produksi menjadi negatif.

Adji menilai perubahan target tersebut masih tergolong konservatif. Pasalnya, ujarnya, serapan produk perseroan selama pandemi ditopang oleh produk pasar dalam rumah melalui penjualan daring.

Adji berujar perseroan telah meluncurkan layanan penjualan secara daring sekitar 4-5 tahun yang lalu. Adapun, pertumbuhan penggunaan layanan tersebut terakselerasi dengan perubahan gaya hidup konsumen ke arah belanja daring.

"Jadi, infrastrukturnya secara tidak sengaja sudah tersiapkan dan pandemi ini mempercepat kurva pembelajaran [konsumen]. Saya kira itu [penjualan daring] sangat membantu," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

es krim CAmpina
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top