Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenhub Hadirkan 80 Teman Bus di Solo, Tarif Masih Gratis

Kemenhub menghadirkanTeman Bus di Solo sebagai wujud penyediaan transportasi massal masyarakat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Juli 2020  |  17:30 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setiyadi saat ditemui wartawan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Rinaldi Muhammad Azka
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Budi Setiyadi saat ditemui wartawan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Rinaldi Muhammad Azka

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghadirkan 80 unit Teman Bus di Kota Solo yang akan melayani empat rute koridor dan tarifnya masih gratis pada tahun ini.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan pemerintah lebih mempertimbangkan penggunaan transportasi yang paling cepat tersampaikan ke masyarakat dengan beli layanan, salah satunya menggunakan Batik Solo Trans (BST) yang bertindak sebagai operator.

"Beberapa tahun belakangan memang dikembangkan transportasi massal, seperti di Jakarta berbasis rel, MRT, LRT, namun untuk investasi KA ini sangat tinggi," kata Budi, Sabtu (4/7/2020).

Pemerintah, lanjutnya, telah melakukan kajian, potensi yang sangat besar kalau transportasi massal tersebut dioperasikan dan Solo menjadi salah satunya.

Budi menjelaskan khusus di Kota Solo, pihaknya akan menyediakan sebanyak 80 unit Teman Bus yang akan melayani empat rute koridor, yaitu Koridor 1 rute Bandara Adi Sumarmo-Terminal Palur, Koridor 2 Terminal Kerten-Terminal Palur, Koridor 3 Terminal Kartosuro-Tugu Cembengan, dan Koridor 4 melayani rute Terminal Kartosuro-Terminal Palur via Terminal Tirtonadi.

Meski demikian, sesuai jadwal untuk saat ini Teman Bus baru melayani koridor 3 dan 4. Sedangkan untuk koridor 1 dan 2 rencananya akan diluncurkan pada Agustus 2020.

Pihaknya menambahkan program serupa sudah diluncurkan di Palembang dan hingga saat ini hasilnya cukup baik. Berdasarkan data, pada satu bulan pengoperasian Teman Bus sudah melayani sekitar 55.000 penumpang.

Terkait tarif, lanjutnya, pada tahun ini masih gratis. Namun, untuk tahun berikutnya mulai berbayar, dengan tetap memperoleh subsidi yang cukup besar dari pemerintah.

"Tujuan pemerintah menerapkan buy the service ini adalah agar kita bersama-sama menjaga iklim, udara yang makin lama makin bersih dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi," ujarnya.

Menurutnya, penerapan program buy the service atau beli layanan bagian dari digitalisasi 4.0 karena Teman Bus dilengkapi juga dengan aplikasi mobile untuk memudahkan penumpang mendapatkan informasi rute, titik halte, dan jadwal keberangkatan bus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub bus

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top