Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nielsen: Masyarakat Utamakan Produk Pokok Selama Pandemi Covid-19

Pengeluaran yang berkaitan dengan rekreasi, hiburan dan makan di luar terkena dampak langsung pandemi Covid-19.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 04 Juli 2020  |  12:13 WIB
Ilustrasi-Pengunjung menikmati makanan di meja makan yang bersekat di pusat jajanan serba ada (pujasera) atau
Ilustrasi-Pengunjung menikmati makanan di meja makan yang bersekat di pusat jajanan serba ada (pujasera) atau "food court" Pasar Atom, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/6/2020). - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA – Studi terbaru Nielsen menunjukkan adanya perbedaan perilaku konsumsi selama tiga bulan terakhir.

Perubahan itu juga mencakup prioritas pengeluaran yang telah diadopsi konsumen dan apa yang mereka rencanakan untuk dilanjutkan dalam situasi normal baru.

Dalam hal perubahan konsumsi, pengeluaran yang berkaitan dengan rekreasi, hiburan dan makan di luar adalah salah satu pos pengeluaran yang terkena dampak langsung karena pergerakan aktivitas dibatasi.

Kelompok ekonomi atas dan menengah cenderung memiliki lebih banyak fleksibilitas untuk menggunakan anggaran belanja mereka pada kategori produk cepat habis atau fast moving consumer goods (FMCG).

Di sisi lain, kelompok masyarakat bawah semakin selektif pada kategori FMCG. Satu kesamaan di seluruh kelompok, mereka memprioritaskan produk yang berkaitan dengan bahan memasak, susu, dan farmasi.

Secara umum kelompok masyarakat ekonomi atas cenderung melakukan persediaan di hampir semua kategori produk seperti alat memasak, produk susu, peralatan rumah tangga, dan makanan instan.

Sementara kelompok menengah lebih mengatur pengeluaran pada produk dasar dan menyisihkan lebih banyak pada kategori yang terkait Covid-19 seperti obat-obatan.

Di sisi lain, kelompok berpenghasilan rendah disebut Nielsen lebih mempertahankan pengeluaran hanya pada produk dasar yang paling banyak dibutuhkan seperti obat-obatan dan produk susu.

"Pada situasi normal baru, perilaku konsumen tidak sepenuhnya baru; kunci untuk mempertahankan konsumen jenis ini adalah menggabungkan sesuatu yang telah dilakukan sebelumnya dengan tren baru yang muncul ketika konsumen dihadapkan pada situasi pandemi." Kata Dede Patmawidjaja, Managing Director Nielsen Connect Indonesia dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (4/7/2020).

Dede menjelasksn, perubahan prioritas pengeluaran untuk produk-produk terkait kesehatan dapat dimanfaatkan dalam strategi atau promosi merek.

Dia menilai para pemain industri dapat menggabungkan promosi antara kebutuhan dasar konsumen dengan produk-produk terkait kesehatan dengan harga lebih terjangkau.

Selain itu, komunikasi reguler tidak hanya di media konvensional tetapi juga pada platform digital yang masih terus bertumbuh harus dipertimbangkan oleh pemilik merek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konsumsi konsumen
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top