Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nielsen: New Normal, Perilaku Pemirsa TV Cenderung Kembali ke Kebiasaan Lama

Setelah bulan Ramadan dan memasuki kenormalan baru, pemirsa televisi mulai kembali pada kebiasaan sebelum pembatasan kegiatan sosial.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 04 Juli 2020  |  08:35 WIB
Televisi di kamar tidur. - Istimewa
Televisi di kamar tidur. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Studi terbaru Nielsen menunjukkan adanya perbedaan perilaku konsumsi, gaya hidup, dan juga prioritas pengeluaran yang telah diadopsi konsumen selama beberapa bulan terakhir dan apa yang mereka rencanakan untuk dilanjutkan dalam situasi kenormalan baru atau new normal.

Dari sisi perilaku media, Nielsen TV Audience Measurement menunjukkan pada periode pasca Ramadan, pemirsa televisi kembali pada kebiasaan mereka yang biasa menonton film, program serial, berita, informasi dan program hiburan.

"Perilaku pemirsa TV mulai terlihat normal lagi, kembali ke masa sebelum 'bekerja dari rumah', karena pemirsa dewasa telah melanjutkan kegiatan normal mereka. Namun, penonton pemirsa usia sekolah masih tinggi karena sekolah belum dibuka," kata Hellen Katherina, Direktur Eksekutif Nielsen Media Indonesia dalam keterangan resmi yang dikutip, Sabtu (4/7/2020).

Kendati demikian, data tersebut memperlihatkan bahwa pemirsa program hiburan cenderung menurun pada masa WFH dibandingkan dengan pada masa normal. Hellen mengatakan, memastikan penonton yang bosan tetap terhibur selama lebih dari 20 jam sehari menjadi tantangan nyata bagi stasiun TV. Pembatasan sosial yang berlaku membuat proses pengambilan gambar untuk program baru menjadi sulit.

Sementara itu, jumlah pemirsa program informasi dan berita cenderung stabil di kisaran 9 persen sampai 11 persen dari total masyarakat yang disurvei. Penonton program serial dan film cenderung tetap naik dari 26 persen dan 29 persen pada masa normal menjadi 32 persen dan 33 persen pada periode kenormalan baru.

Tinggal di rumah selama 2,5 bulan juga melahirkan kegiatan siang hari yang baru. Sebanyak 9 persen konsumen mulai melakukan olahraga pagi hari, sementara sekitar 13 persen mulai mendengarkan musik, radio, dan podcast dari platform online.

Nielsen menghimpun data aktivitas pemirsa TV selama periode 16 Februari sampai 13 Juni di 11 kota besa Indonesia. Periode normal dipatok dalam rentang 16 Februari–14 Maret, periode bekerja dari rumah berlangsung 15 Maret–23 April, periode Ramadan 24 April–23 Mei, dan periode kenormalan baru 24 Mei–13 Juni.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

televisi nielsen acara televisi
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top