Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

American Air Pangkas 25 Persen Penerbangan Luar Negeri Tahun Depan

Penghematan ini didorong oleh keputusan perusahaan untuk memensiunkan pesawat Airbus SE A330-300 dan Boeing Co. 757 serta 767 setelah pandemi hampir menghapus permintaan untuk perjalanan. 
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  14:42 WIB
Pesawat milik American Airlines Group Inc. diparkir di bandara O'Hare International Airport (ORD) di Chicago, Illinois, AS -  Bloomberg / Patrick T. Fallon
Pesawat milik American Airlines Group Inc. diparkir di bandara O'Hare International Airport (ORD) di Chicago, Illinois, AS - Bloomberg / Patrick T. Fallon

Bisnis.com, JAKARTA - American Airlines Group Inc. akan mengurangi jadwal rute internasional pada musim panas 2021 sebesar 25 persen dari rute normal sebelum pandemi. Hal ini menandakan bahwa perjalanan ke luar negeri akan sangat lambat untuk pulih dari dampak virus corona.

Operator akan menurunkan 15 rute dan mengalihkan fokus pada layanan Asia ke Dallas-Fort Worth, bukan Los Angeles.

Penghematan ini didorong oleh keputusan perusahaan untuk memensiunkan pesawat Airbus SE A330-300 dan Boeing Co. 757 serta 767 setelah pandemi hampir menghapus permintaan untuk perjalanan.  Maskapai ini juga memarkir pesawat berbadan besarnya A330-200 selama setidaknya dua tahun dan selanjutnya mengurangi kapasitas terbang.

Lalu lintas bisnis internasional, segmen yang paling menguntungkan bagi maskapai penerbangan, diharapkan menjadi bagian terakhir dari industri yang pulih dari pembatasan perjalanan pemerintah dan perusahaan.

Brian Znotins, Wakil Presiden Perencanaan Jaringan American Air, mengatakan pihaknya memprediksi permintaan internasional jarak jauh untuk bisnis atau liburan, tidak akan kembali ke tingkat 2019 hingga paling tidak 2022.

Maskapai ini pada Juli hanya akan mengoperasikan 20 persen dari layanan internasional yang diterbangkannya setahun sebelumnya.

"Saya melihat ini sebagai pengaturan ulang. Lintasan pertumbuhan kami akan tetap sama, kami hanya membutuhkan tiga hingga empat tahun dari pertumbuhan itu, dan 2022-2023 akan kembali ke level 2019, dan kami akan terus tumbuh dari sana seperti yang kami rencanakan," katanya, dilansir Bloomberg, Kamis (2/7/2020).

Alexandre de Juniac, Direktur Jenderal Asosiasi Transportasi Udara Internasional, mengatakan penerbangan domestik di seluruh dunia sedikit meningkat pada Mei dari April, tetapi lalu lintas internasional tetap hampir berhenti.

"Kami baru berada di awal pemulihan yang panjang dan sulit. Ada ketidakpastian yang luar biasa tentang apa dampak kebangkitan kasus Covid-19 baru di pasar-pasar utama," katanya.

American Air akan menurunkan penerbangan dari Philadelphia ke Berlin; Dallas-Fort Worth ke Munich; dan Los Angeles ke Hong Kong dan Beijing; diantara yang lain. Maskapai itu juga tidak akan memulai empat rute internasional yang telah direncanakan untuk tahun depan.

Maskapai yang berbasis di Fort Worth, Texas akan mengalihkan fokus hubnya di Los Angeles ke penerbangan domestik alih-alih ke Asia dan Amerika Selatan. American Air juga akan meminta izin pemerintah untuk memindahkan rute Los Angeles-Shanghai ke Seattle.

Sementara itu, rencana untuk menambah layanan dari Seattle ke London dan Bangalore, India, tahun depan, juga ditunda. American akan terus terbang ke pusat mitra bisnis bersama, termasuk British Airways Plc, dan mengharapkan untuk mengoperasikan jadwal penuh ke London Heathrow pada 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

american airlines
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top