Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasokan dan Permintaan Melemah, Laju Inflasi Juni Bisa Makin 'Selow'

Pasokan dan permintaan diperkirakan akan mewarnai tren inflasi yang rendah sepanjang Juni 2020. Hal ini disebabkan oleh pelemahan harga komoditas.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  10:09 WIB
Pedagang bawang putih beraktifitas di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Pedagang bawang putih beraktifitas di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi pasokan dan permintaan yang masih melemah diprediksi akan menekan laju inflasi pada pertengahan tahun ini.

Kepala Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardhana mengatakan pemicu lainnya adalah harga komoditas yang masih tertekan. Bahkan, menurutnya, kondisi ini bisa mengarah disinflasi, sementara di negara rekanan impor Indonesia akan mengalami deflasi.

Wisnu memprediksi inflasi tahun ke tahun akan sebesar 1,73 persen. Sedangkan inflasi inti dari tahun ke tahun sebesar 2,42 persen.

"Tekanan sangat rendah sehingga disinflasi," katanya kepada Bisnis, Rabu (1/7/2020).

Sementara itu, Chief Economist Bank BNI Ryan Kiryanto memprediksi inflasi pada Juni 2020 akan sebesar 1,79 persen secara tahunan.

"Secara bulanan, inflasi diprediksi berkisar 0,02 persen secara bulanan [month-to-month]," katanya.

Komoditas bahan pangan seperti telur ayam dan daging ayam akan menjadi bahan pangan pendorong inflasi, di tengah penurunan harga yang dialami beberapa komoditas pangan lainnya.

Sementara itu, beberapa komoditas pangan yang mengalami deflasi diantaranya beras, daging sapi, bawang putih, cabai merah, jeruk, emas perhiasan, tarif angkutan udara, dan gula pasir.

Menurut Ryan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperpanjang di berbagai daerah menyebabkan aktivitas masyarakat masih terbatas. Meski angkutan penerbangan, kereta api, dan bus sudah mulai diijinkan beroperasi kembali, namun jumlah penumpangnya masih terbatas.

"Kegiatan rekreasi belum pulih, meskipun beberapa tempat rekreasi sudah mulai membuka operasionalnya. Dampak perekonomian akibat PSBB dalam beberapa bulan ini mulai terlihat," tutur Ryan.

Dia menambahkan, kemampuan berbelanja masyarakat juga semakin terbatas karena mengalami penurunan penghasilan akibat ditutupnya tempat usaha, serta bertambahnya jumlah karyawan yang kehilangan pekerjaan.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada pukul 11.00 WIB. Laporan ini bisa diikuti di kanal YouTube BPS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi bps harga komoditas
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top