Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dana Program PISEW Kementerian PUPR Baru Terserap 10 Persen

Tahun ini, pelaksanaan pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) menjangkau 900 kecamatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp540 miliar.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  20:44 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) meninjau kegiatan pengerukan atau normalisasi Sungai Wai Hatukau di Desa Batu Merah, Ambon, Maluku, Rabu (14/2). - Setkab
Presiden Joko Widodo (kiri) meninjau kegiatan pengerukan atau normalisasi Sungai Wai Hatukau di Desa Batu Merah, Ambon, Maluku, Rabu (14/2). - Setkab

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus percepat program padat karya tunai salah satunya lewat pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah yang telah tersalurkan Rp54,6 miliar atau setara dengan 10,11 persen dari alokasi anggaran tahun ini.

Tahun ini, pelaksanaan pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) menjangkau 900 kecamatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp540 miliar.

"Hingga 30 Juni 2020 tercatat anggaran pelaksanaan PISEW yang sudah tersalurkan sebesar Rp54,6 miliar. Untuk tenaga kerja yang sudah terserap dari program tersebut sebanyak 1.467 orang," tulis siaran pers Kementerian PUPR, Rabu (1/7/2020).

Untuk rencana pelaksanaan pada Juli 2020 ditargetkan dana PISEW yang telah disalurkan sebanyak Rp300 miliar dan akan diteruskan pada bulan-bulan selanjutnya.

Dengan total alokasi anggaran tersebut, potensi penyerapan tenaga kerja setiap lokasi sebanyak 17 orang dengan masa pelaksanaan sekitar 75 hari sehingga total potensi penyerapan tenaga kerja program PISEW tahun ini sebanyak 15.000 tenaga kerja atau 1.125.000 hari orang kerja.

Pada umumnya infrastruktur yang dibangun melalui dana PISEW adalah jalan produksi sebagai infrastruktur penunjang produksi pertanian dan industri serta sebagai prasarana pendukung pemasaran komoditas.

Realisasi program PISEW juga dilakukan untuk pembangunan infrastruktur dasar skala wilayah kecamatan atau perdesaan seperti jembatan kecil.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meminta jajarannya melakukan percepatan realisasi belanja infrastruktur 2020.

"Saya sudah kumpulkan seluruh dirjen untuk mempercepat realisasi fisik dan keuangan karena pada tahun anggaran 2020, APBN merupakan instrumen yang kini sangat diharapkan untuk pemulihan ekonomi nasional dalam kondisi pandemi Covid-19,” katanya melalui siaran pers.

Hingga akhir semester pertama tahun ini atau per 30 Juni, penyerapan keuangan belanja infrastruktur Kementerian PUPR sebesar 32,4 persen atau senilai Rp26,9 triliun dari total pagu Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp82,9 triliun. Kemudian, untuk progres pembangunan fisik sebesar 31,61 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stimulus padat karya
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top