Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AIIB Setujui Pinjaman US$1 Miliar untuk Indonesia

Pinjaman dari AIIB ditujukan untuk meningkatkan stimulus ekonomi di sektor bisnis termasuk UMKM, keluarga miskin, serta memperkuat sistem pelayanan kesehatan umum.
Zufrizal & Reni Lestari
Zufrizal & Reni Lestari - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  12:43 WIB
Pengrajin menyelesaikan pembuatan alas sepatu di Jakarta, Jumat (17/1). Bisnis - Abdullah Azzam
Pengrajin menyelesaikan pembuatan alas sepatu di Jakarta, Jumat (17/1). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Asian Infrastructure Investment Bank Bank atau Bank Investasi Infrastruktur Asia telah menyetujui pinjaman US$1 miliar kepada Pemerintah Indonesia melalui dua program pinjaman.

Dana pinjaman ditujukan untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam memperkuat jaring pengaman sosial, meningkatkan penanganan kesehatan, dan memitigasi penurunan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Program pinjaman pertama sejumlah US$750 juta dari AIIB akan digabungkan dengan dana pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia dalam skema co-financing.

Pinjaman ditujukan untuk meningkatkan stimulus ekonomi di sektor bisnis termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), keluarga miskin, serta memperkuat sistem pelayanan kesehatan umum.

AIIB bekerja sama dengan Bank Dunia telah menyetujui tambahan kucuran US$250 juta untuk semakin memperkuat percepatan penanganan kesehatan oleh Pemerintah Indonesia, termasuk kesiapan fasilitas perawatan, kapasitas pengujian, pengawasan, pencegahan, serta koordinasi pemerintah dan komunikasi publik.

“Pandemi Covid-19 telah memaksa banyak negara berkembang untuk mengambil keputusan trade-offs yang sulit untuk memenuhi kebutuhan warganya. Dukungan dari AIIB diharapkan dapat memberi kontribusi bagi Pemerintah Indonesia dalam mengatasi berbagai tantangan di tengah masa-masa yang penuh ketidakpastian ini," kata D.J. Pandian, Wakil Presiden Operasi Investasi AIIB, melalui siaran pers, Selasa (23/6/2020).

Pandemi ini diperkirakan makin membebani sistem kesehatan Indonesia yang tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Sementara itu, berdasarkan proyeksi Pemerintah Indonesia, pertumbuhan ekonomi pascacorona pada 2020 diperkirakan menngalami penurunan tajam dari 5 persen menjadi 2,3 persen. Lebih lanjut lagi, pemutusan hubungan kerja akibat penghentian aktivitas ekonomi pada masa pandemi diperkirakan mencapai 1 juta hingga 7 juta kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pinjaman luar negeri aiib
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top