Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sri Mulyani Redesain Sistem Penganggaran, Efisiensi dan Optimalisasi Ditekankan

Redesain sistem penganggaran ini akan mengadopsi konsep money follow program, sehingga nantinya ada kejelasan dari sisi penganggarannya.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  11:44 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam seminar Indonesia Economic & Investment Outlook 2020 di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pemaparan dalam seminar Indonesia Economic & Investment Outlook 2020 di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Kebijakan redesain anggaran akan diterapkan pemerintah dalam sistem penganggaran tahun 2021 untuk merealisasi belanja yang lebih optimal dan efektif ke depannya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa redesain sistem penganggaran ini akan mengadopsi konsep money follow program, sehingga nantinya ada kejelasan dari sisi penganggarannya.

"Sebenarnya sudah dimulai tahun ini, cuma karena ada pandemi Corona, jadi ada disrupsi yang sangat besar. Makanya, ini akan dimulai pada 2021," kata Sri Mulyani di Komisi XI, Selasa (23/6/2020).

Sri Mulyani menambahkan ada sejumlah aspek yang ingin dicapai oleh pemerintah dari proses redesain anggaran. Dua di antaranya adalah memperkuat penerapan anggaran berbasis kinerja serta konvergensi program dan kegiatan kementerian lembaga.

Bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengakui bahwa selama ini masih ditemukan banyak kelemahan dalam sistem penganggaran. Hal inilah yang terkadang membuat berbagai tujuan atau program pemerintah tak bisa terealisasi dengan baik.

Hasil evaluasi otoritas fiskal menunjukkan bahwa selama ini program pusat dan daerah kerap tidak sinkron. Terutama dalam penganggaran mengenai dana alokasi khusus (DAK) fisik.

Selain itu, kementerian dan lembaga juga kerap menyampaikan anggaran terlalu normatif dan cukup menyulitkan otoritas fiskal untuk menelusuri pelaksanaan programnya.

"Spending better, ini fokus kita pasa 2020 dan 2021, ini sangat penting bagi pemulihan pemulihan ekonomi dan penanganan covid - 19," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn sri mulyani
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top