Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sri Mulyani Usul SBN 5 Tahun Gantikan SPN 3 Bulan Sebagai Acuan Asumsi APBN

Perubahan proyeksi tersebut merupakan implikasi dari mulai membaiknya sentimen di pasar keuangan.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  12:15 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dengan pemerintah di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat mengikuti rapat kerja antara Komisi XI DPR RI dengan pemerintah di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengusulkan perubahan asumsi tingkat suku bunga surat berharga negara (SBN) untuk APBN 2021 yang semula di kisaran 6,67 persen - 9,56 persen ke dalam dua skenario.

Menurut pemerintah, perubahan proyeksi tersebut merupakan implikasi dari mulai membaiknya sentimen di pasar keuangan.

"Berdasakan kondisi saat ini, usulan tingkat suku bunga pada proyeksi sebelumnya perlu disesuaikan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Senin (22/6/2020).

Sri Mulyani memaparkan bahwa skenario pertama, perubahan asumsi suku bunga SBN 10 tahun berada di kisaran 6,29 persen - 8,29 persen. Sementara itu, dalam skenario kedua, SBN 5 tahun dengan proyeksi tingkat suku bunga dipatok sebesar 5,88 persen - 7,88 persen.

Khusus SBN 5 tahun ini diusulkan untuk menggantikan asumsi SPN 3 bulan yang selama ini menjadi acuan penyusunan asumsi makro.

"Ini lebih mencerminkan risiko pasar jangka pendek," jelas Sri Mulyani di DPR. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbn sri mulyani spn 3 bulan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top