Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Properti Masih Ambil Sikap Wait and See

Kendati Indonesia telah melakukan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar dan memasuki periode kenormalan baru, rupanya tidak serta merta membuat minat investor properti untuk berinvestasi kembali mengalir.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 21 Juni 2020  |  15:55 WIB
Bangunan gedung apartemen berdiri di dekat taman kota di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Bangunan gedung apartemen berdiri di dekat taman kota di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Para investor asing maupun dalam negeri masih memasang sikap melihat dan menunggu (wait and see) kendati pemerintah Indonesia telah melakukan pelonggaran kebijakan pembatasan sosial guna menyamabut kenormalan baru (new normal)

Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin mengatakan bahwa sikap wait and see itu masih dilakaukan oleh investor asing yang utamanya akan menanamkan investasinya di Indonesia.

"Investor tetap memantau kapan bisa berbisnis di Indonesia, tetapi karena melihat angka kasus Covid-19 terus naik dan belum turun mereka juga khawatir," katanya pada Bisnis, Minggu (21/6/2020).

Adapun, per Sabtu (21/6/2020), jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi sudah mencapai 45.029 orang atau bertambah 1.226 orang dari hari sebelumnya.

Rusmin menyatakan bahwa selain kasus corona yang belum turun, akses transportasi udara juga belum dibuka sepenuhnya.

Belum adanya kepastian kapan penerbangan internasional dibuka sepenuhnya itu membuat calon investor tersebut masih menyimpan perencanaan investasi hingga menunggu kondisi benar-benar membaik.

"Tetapi jika begitu kita buka akses penerbangan internasional maka investor akan langsung eksekusi proyeknya, jadi tidak berhentilah bisnis itu," katanya.

Rusmin yang juga sebagai Board of Director FIABCI atau Federasi Realestat Dunia tersebut menyatakan bahwa selama ini segala persiapan, komunikasi dan kajian bersama dengan calon investor juga terus dibangun.

Menurutnya, meskipun ada corona di hampir penjuru dunia akan tetapi perencanaan bisnis di sektor properti terus berlangsung. Bahkan, dia menyatakan bahwa lambat laun aktivitas bisnis properti di sejumlah negara, baik di Asia, Eropa dan Amerika Serikat mulai hidup kembali setelah turut terhantam dampak corona.

Hanya saja, bedanya saat ini pembahasan investasi tersebut berjalan melalui sarana digital termasuk untuk melihat lokasi pengembangan proyek. Dia juga menyatakan beberapa negara sudah tertarik untuk masuk ke investasi properti tanah air.

"Kalau dari Asia tetap Jepang, Korea Selatan, Hong Kong dan China yang tertarik, selain itu ada Malaysia dan juga ada beberapa negara dari Timur Tengah," ungkapnya. 

Sebelumnya, data Badan Koordinasi Penanaman Modal menunjukkan bahwa realisasi investasi proyek di sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran selama Januari—Maret 2020 tercatat turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi tiga subsektor properti itu baik asing dan dalam negeri pada kuartal pertama I/2020 tercatat Rp17,8 triliun atau turun jika dibandingan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp18,8 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi properti New Normal
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top