Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Tahun Ajaran Baru, UMKM Face Shields Kebanjiran Order dari Sekolah

Menjelang tahun ajaran 2020/2021 yang dimulai Juli 2020, permintaan produkpelindung wajah atau face shields melonjak tajam dari instasi sekolah dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  13:45 WIB
Jelang Tahun Ajaran Baru, UMKM Face Shields Kebanjiran Order dari Sekolah
Sejumlah pekerja di S&R Production tengah membuat Face Shield, Kamis (18/6/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara

Bisnis.com, KULONPROGO -  Menjelang tahun ajaran 2020/2021 yang dimulai Juli 2020, permintaan produk pelindung wajah atau face shields buatan UMKM (usaha kecil miko menengah) melonjak tajam dari instasi sekolah dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Hal itu terlihat UMKM  produsen face shields di Kulonprogo yang mulai kebanjiran pesanan, seperti diungkapkan Sareh Budiarto, 45, salah satu pengrajin face shields di Dusun Karang, Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Sejak awal Juni ini kami sudah menerima pesanan face shields dari beberapa sekolah di DIY dan Jawa Tengah [Jateng], jumlahnya cukup lumayan, bisa ratusan buah," ujarnya hari in, Kamis (18/6/2020).

Usaha mikro kecil menengah (UMKM) bernama S&R production milik Sareh ini bisa memproduksi 1.000 face shields per hari. Pengerjaannya melibatkan delapan karyawan. Ada tiga ukuran face shields yang ditawarkan, yakni ukuran bayi, anak-anak dan dewasa. Adapun harga yang dipatok kisaran Rp12.500 sampai Rp15.000.

"Untuk sekarang ini yang paling laris ukuran anak-anak. Sudah ada beberapa sekolah yang pesan untuk menghadapi tahun ajaran baru. Tapi kebanyakan dari luar Kulonprogo. Kalau di sekitar sini minatnya masih rendah," ucapnya.

Sareh membandingkan pesanan face shields dari sekolah di luar Kulonprogo dengan pasar lokal. Pesanan dari luar Kulonprogo bisa mencapai ratusan buah, sedangkan pesanan dari sekolah-sekolah di Kulonprogo baru berkisar belasan.

Face shields bikinan Sareh juga diminati instansi pemerintah dan swasta. Jumlah pesanan bisa mencapai ribuan buah per pekan. Soal omzet ia menyebut antara Rp7 juta hingg Rp10 juta per pekan. Diperkirakan omzet ini akan terus meningkat mengingat Indonesia tengah menyongsong masa new normal Covid-19.

Tingginya permintaan face shields buatan S&R production bukan tanpa alasan. Salah satu konsumen, Kristina Esti Winarni, berminat membeli face shield di tempat Sareh karena bahannya tergolong bagus dan berkualitas. Harganya juga terbilang miring dibandingkan yang dipatok di tempat lain.

"Soal kualitas sudah terjamin karena memang biasa dipakai oleh temen-temen di Puskesmas Nanggulan, harganya juga murah sih, kalau di tempat lai bisa di atas Rp20.000 per buah," ujarnya.

Esti yang menjabat Jawatan Kemakmuran di Kapanewon Nanggulan, membeli 20 face shields. APD itu akan digunakan petugas pelayanan di Pemerintahan Kapanewon Nanggulan. Menurutnya pemakaian face shields bagi petugas pelayanan pemerintah sangat diperlukan guna menghindari penularan Covid-19. "Buat antisipasi, ini juga bagian dari upaya kami mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm apd tahun ajaran baru
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top