Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BKF: Tiga Aspek Ini Picu Penyusutan Pendapatan Negara

Tiga aspek yang memengaruhi kontraksi penerimaan negara, yaitu pelambatan aktivitas ekonomi, penurunan harga komoditas dan insentif yang diberikan kepada pelaku usaha.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  13:59 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Tren pendapatan negara yang sampai Mei 2020 terus mengarah ke angka negatif merupakan dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Corona atau Covid-19.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Hidayat Amir mengatakan bahwa ada tiga aspek yang memengaruhi kontraksi penerimaan negara, yaitu pelambatan aktivitas ekonomi, penurunan harga komoditas dan insentif yang diberikan kepada pelaku usaha.

"Itu yang memengaruhi penerimaan negara," kata Hidayat, Rabu (17/6/2020).

Adapun, data Kemenkeu menunjukkan kinerja pendapatan negara terus mengalami kontraksi sebagai imbas menurunnya aktivitas perekonomian akibat pandemi Covid-19.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi pendapatan negara per Mei 2020 mencapai Rp664,3 triliun atau minus 9 persen dibandingkan tahun lalu yang tumbuh mencapai 6,4 persen.

Tren kontraksi dalam pendapatan negara ini dipicu oleh penerimaan perpajakan senilai Rp526,2 triliun atau minus 7,9 persen. Kontraksi penerimaan perpajakan ini merupakan konsekuensi dari penerimaan pajak yang terkontraksi hingga 10,8 persen.

"Jadi kinerja penerimaan ini menunjukkan adanya tekanan dari ekonomi, sehingga pendapatan negara terkontraksi," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Selasa (16/6/2020).

Tren penurunan pendapatan negara ini kemudian berimplikasi pada 0kinerja APBN sampai Mei 2020. Data Kemenkeu menunjukkan bahwa realisasi defisit telah mencapai Rp179,6 triliun atau 1,01 dari produk domestik bruto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkf penerimaan negara
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top