Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Badan Restorasi Gambut Tuntaskan 15.525 Infrastruktur Pembasahan

Badan Restorasi Gambut telah merampungkan verifikasi 15.525 infrastruktur pembasahan gambut (IPG) berupa sumur bor dan sekat kanal selama periode 2017 - 2019.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  00:30 WIB
Lahan gambut. - Antara
Lahan gambut. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Restorasi Gambut (BRG) telah merampungkan verifikasi 15.525 infrastruktur pembasahan gambut (IPG) berupa sumur bor dan sekat kanal yang dibangun selama periode 2017 sampai dengan 2019.

Deputi Perencanaan dan Kerja Sama BRG Budi Wardhana mengatakan selama periode 2017 sampai dengan 2019, pihaknya memfasilitasi pembangunan 6.357 sekat kanal dan 13.818 sumur bor melalui Anggran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Kalau sisanya yang dibangun di 2019 selesai terverifikasi, akan menambah sekitar 6.000 lagi," kata Budi, Senin (15/6/2020).

Dia menjelaskan sebagian pembangunan infrastruktur pembasahan gambut tersebut dilaksanakan oleh kelompok masyarakat, bantuan pihak ketiga, dan para mitra, maka perlu dilakukan verifikasi untuk memastikan apakah spesifikasi sekat kanal maupun sumur bor sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan dan dalam kondisi berfungsi dengan baik.

Pihaknya kemudian membangun sistem inventarisasi dan pemeriksaan kondisi IPG yang disebut SISFO. Adapun, melalui sistem tersebut, kini telah terverifikasi 15.525 sekat kanal dan sumur bor terbangun di lahan gambut bekas terbakar dan kondisinya berfungsi.

Pada 2020, imbuhnya, selain menyelesaikan verifikasi, BRG akan melakukan perbaikkan IPG yang memang mengalami kerusakan.

Jika dipantau melalui Sistem Monitoring Informasi Restorasi Gambut (Peatlands Restoration Information Monitoring System/PRIMS) ada sekat-sekat kanal yang dibangun kelompok masyarakat pada 2017 mengalami kerusakan, sehingga harus diperbaiki untuk menjaga level muka air lahan gambut agar tidak menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Budi menuturkan luasan terdampak hanya dapat dihitung ketika sekat kanal dan sumur bor yang telah dibangun terverifikasi semua dalam SISFO.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kehutanan gambut

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top