Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perilaku Konsumen Berubah, Ini Rekomendasi Nielsen untuk Pusat Belanja

Pandemi Covid-19 berdampak pada pergeseran perilaku konsumen, umumnya saat ini konsumen akan mengutamakan faktor kesehatan dan kebersihan. Para pengelola pusat perbelanjaan perlu dapat mengembalikan keyakinan konsumen dengan memastikan penerapan protokol kesehatan yang lengkap.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  11:50 WIB
Salah satu mal di Depok Jawa Barat. - Istimewa
Salah satu mal di Depok Jawa Barat. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 berdampak pada pergeseran perilaku konsumen yang akan mengutamakan faktor kesehatan dan kebersihan. Para pengelola pusat perbelanjaan perlu mengembalikan keyakinan konsumen dengan memastikan penerapan protokol kesehatan yang lengkap.

Director Consumer Insight di Nielsen Connect Indonesia Rusdy Sumantri mengatakan protokol kesehatan perlu dilaksanakan, baik oleh pihak mal maupun oleh para penyewa atau pemilik toko di dalamnya.

“Pusat belanja yang mau buka harus melakukan antara lain pengukuran suhu tubuh dan menerapkan disiplin memakai masker untuk semua pengunjung dan pekerja mal, menyediakan pembersih tangan di setiap sudut, membuat batas jarak antrian dan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala sudah menjadi tuntutan konsumen agar merasa aman berjalan-jalan di mal,” kata Rusdy dalam laporan risetnya, dikutip Senin (15/6/2020).

Di samping itu, konsumen juga mengharapkan agar para pekerja seperti petugas keamanan, resepsionis, pelayan restoran dan kasir dilengkapi dengan alat-alat kesehatan seperti pelindung wajah, masker, sarung tangan dan pembersih tangan.

Pengunjung juga cenderung akan mengurangi interaksi sentuhan dengan orang-orang dan lingkungan sekitar, karena pengelola pusat perbelanjaan perlu melakukan inovasi.

“Pusat perbelanjaan dapat mengadaptasi inovasi teknologi seperti menggunakan sensor tanpa sentuhan pada tombol lift atau mesin tiket parkir, dan pada alat-alat di area toilet,” kata Rusdy. Hal tersebut diyakini Rusdy akan membuat pengunjung merasa lebih aman dan nyaman.

Selain itu, pengelola atau pemilik pusat perbelanjaan juga perlu berusaha untuk dapat meyakinkan konsumen agar merasa aman kembali mengunjungi mal dengan komunikasi yang intens dan berkala.

“Pusat perbelanjaan dan pemilik merek harus berani untuk banyak beriklan dan menunjukkan positioning mereka terkait upaya-upaya yang dilakukan untuk untuk menjamin keselamatan pengunjung,” imbuhnya.

Pemilik brand dapat memanfaatkan akun sosial media korporat untuk memperkuat kedekatan dengan konsumen. Tetap memanfaatkan media elektronik, media cetak atau media luar ruang juga akan sangat membantu menjangkau konsumen lebih luas.

“Konten komunikasi yang menunjukkan kelebihan mal seperti penerapan protokol kesehatan menggunakan masker pada pekerja, cara penyajian dan pengolahan makanan yang bersih dan sehat, dan inovasi teknologi yang dilakukan, dibalut dengan kemasan yang menarik dan kreatif akan menarik konsumen untuk berkunjung,” ungkap Rusdy.

Menurutnya, penting bagi pelaku bisnis pusat perbelanjaan atau mal serta para penyewa di dalamnya untuk bisa mengakomodir kebiasaan baru atau new normal dari konsumen. Tidak hanya terkait masalah pelaksanaan protokol kesehatan, tetapi mengkomunikasikan segala bentuk upaya atau inovasi yang dilakukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nielsen pusat belanja New Normal
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top