Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Kendala Utama Pelaku Konstruksi Dalam Berjualan

Pietter Sanjaya selaku Country Manager BCI Asia mengatakan pentingnya sales produk dan jasa konstruksi melakukan pendekatan kepada decision maker sedini mungkin saat proyek masih ada di tahapan Concept, Design dan Documentation.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  22:56 WIB
Kegiatan konstruksi gedung di Australia - Bloomberg
Kegiatan konstruksi gedung di Australia - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Survei BCI Asia kepada para pelaku usaha produk dan jasa konstruksi di Indonesia mengenai kendala penjualan yang dialami saat ini mengungkap ada 5 kendala utama yang dialami para Pelaku Konstruksi dalam melakukan penjualan.

Pertama, pasar yang lesu, sulit untuk mendapatkan proyek baru. Kedua, kesulitan untuk mendapatkan kontak pengambil keputusan di proyek.

Ketiga, kesulitan mencari proyek yang sesuai dengan produk yang dijual. Keempat, tidak mempunyai data lengkap portfolio proyek dari klien.

"Dan terakhir kesulitan untuk tracking perkembangan proyek yang sedang di follow up, ujar Felix Osewald Corneles Business Development Manager BCI Asia dalam siaran persnya.

Pietter Sanjaya selaku Country Manager BCI Asia mengatakan pentingnya sales produk dan jasa konstruksi melakukan pendekatan kepada decision maker sedini mungkin saat proyek masih ada di tahapan Concept, Design dan Documentation.

“Di tahapan ini Decision Maker akan mempersiapkan dan menentukan Spesifikasi Produk yang akan dipakai dalam proyek dan sangat penting bagi sales proyek dapat mengidentifikasi siapa saja Decision Maker yang terlibat dalam proyek tersebut, dalam hal ini BCI akan membantu proses identifikasi itu melalui layanan LeadManager," ujarnya.

Dia menjelaskan ada beberapa hal yang akan memengaruhi proses pengambilan keputusan dan bagaimana cara memastikan produk Anda tetap ada dalam spesifikasi proyek.

“Terkadang banyak sales yang merasa puas saat produknya sudah masuk di dalam spesifikasi awal proyek, padahal perlu diingat bahwa ini baru awal dari perjalanan. Tugas Anda selanjutnya adalah untuk memastikan pada saat pelaksanaan proyek produk Anda benar-benar digunakan dalam proyek tersebut. Caranya adalah melakukan follow-up yang memfokuskan pada layanan seperti kecepatan respon, memastikan ketersediaan barang, dan yang paling penting adalah melakukan Building Relationship berdasarkan trust kepada para Decision Maker seperti Pemilik Proyek, Arsitek, Konsultan, Kontraktor hingga Sub-Kontraktor yang terlibat”.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konstruksi fiabci
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top