Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siap-Siap, Ekonomi Indonesia Berpotensi Alami Resesi Tahun Ini

Melihat adanya potensi ini, ekonom menilai stimulus pemerintah diharapkan dapat memperlambat kontraksi ekonomi.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  13:13 WIB
Kendaraan melintas di kawasan Simpang Susun Semanggi saat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, Senin (13/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Kendaraan melintas di kawasan Simpang Susun Semanggi saat diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, Senin (13/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat ekonomi Perbanas Institute Piter Abdullah memprediksi ekonomi Indonesia akan dihantam resesi akibat dampak wabah pandemi virus Corona (Covid-19).

"Ada potensi ekonomi kita mengalami resesi pada tahun ini," kata Piter ketika dihubungi Bisnis, Kamis (4/6/2020).

Oleh karena itu, dia mengatakan saat ini diperlukan stimulus dari pemerintah untuk menahan perlambatan bahkan kontraksi ekonomi hingga akhir 2020.

Stimulus fiskal pemerintah ini diperlukan untuk menangani wabah Covid-19, sekaligus membangkitkan perekonomian Indonesia.

Oleh karena itu, Piter menilai pemerintah atau masyarakat tidak perlu merisaukan melebarnya defisit APBN menjadi 6,34 persen atau setara Rp1.039,2 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) dari sebelumnya Rp1.028,5 triliun.

"Jangan permasalahan defisit. Pelebaran defisit lebih baik ketimbang terjadi resesi atau krisis ekonomi karena bisa memakan korban jutaan masyarakat miskin," imbuhnya.

Pemerintah sebelumnya menyiapkan revisi Peraturan Presiden (Perpres) No.54/2020 untuk menampung perubahan struktur fiskal yang digunakan untuk penanganan dampak pandemi Corona atau Covid-19.

Perpres Nomor 54 tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN Tahun Anggaran 2020. Perpres tersebut dikeluarkan Istana berdasarkan Perppu No. 1 Tahun 2020.

Menkeu Sri Mulyani menambahkan perubahan Perpres ini diperlukan karena adanya sejumlah pergerseran dari tiga komponen utama APBN mulai dari penerimaan, belanja, dan pembiyaan.

Data Kemenkeu menunjukkan total outlook belanja APBN tahun 2020 mencapai Rp2.738,4 triliun atau lebih tinggi Rp124,5 triliun dari outlook Perpres No.54/2020. Angka per 2 Juni ini juga lebih tinggi skema outlook belanja negara yang kedua yakni Rp2.720,1 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stimulus ekonomi resesi ekonomi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top