Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Premium

Utak-atik Kucuran Dana Demi Membasmi Pandemi

04 Juni 2020 | 05:00 WIB
Defisit anggaran melebar guna mendorong program pemulihan ekonomi nasional

Bisnis.com, JAKARTA— Kucuran dana untuk membasmi pandemi virus corona resmi ditambah, defisit kian gemuk agar negara segera bugar.

"Kita tahu kuartal pertama ekonomi kita hanya mampu tumbuh 2,97 persen dan kuartal kedua, ketiga, dan keempat kita harus mampu menahan agar laju pertumbuhan ekonomi tidak merosot lebih dalam lagi, ujar Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas, Rabu (3/6/2020).

Dia meminta jajarannya untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi virus corona. Dia mengingatkan jangan sampai pertumbuhan ekonomi merosot lebih dalam lagi.

Atas keinginan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan perubahan Peraturan Presiden No.54/2012 diperlukan karena adanya sejumlah pergerseran dari tiga komponen utama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mulai dari penerimaan, belanja, dan pembiayaan.

Perubahan beleid tersebut pun dilakukan karena biaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) naik dari Rp641,17 triliun menjadi Rp677,2 triliun.

Dari total anggaran tersebut, dia menjelaskan bahwa dana sebesar Rp87,55 triliun akan dialokasikan untuk bidang kesehatan, termasuk di dalamnya untuk belanja penanganan Covid-19, tenaga medis, santunan kematian, bantuan iuran jaminan kesehatan nasional, dan insentif perpajakan di bidang kesehatan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top