Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tren Wisata saat New Normal, Destinasi Jarak Dekat Jadi Pilihan

Masyarakat diperkirakan memilih opsi berkunjung ke destinasi dalam negeri yang cenderung bisa dijangkau dengan transportasi darat saat fase kenormalan baru (new normal) berjalan.
Sejumlah pengendara melintas di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020)./Antara-Nyoman Budhianan
Sejumlah pengendara melintas di kawasan taman Titi Banda, Denpasar, Bali, Jumat (15/5/2020)./Antara-Nyoman Budhianan

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha industri pariwisata memperkirakan tren kunjungan wisatawan Nusantara pada masa kenormalan baru (new normal) bakal mengarah pada destinasi jarak dekat. Aktivitas berwisata dalam kelompok besar pun diyakini akan beralih menjadi kegiatan dalam kelompok kecil.

Ketua Gabungan Industri Pariwisatan Indonesia (GIPI) Didien Junaedi berpendapat masyarakat bakal memilih opsi berkunjung ke destinasi dalam negeri yang cenderung bisa dijangkau dengan transportasi darat. Kondisi ini berpotensi terjadi lantaran adanya protokol yang lebih ketat dalam pengangkutan penumpang pada moda transportasi massal seperti pesawat dan kereta api.

"Saya perkirakan kondisi new normal akan menjadi peluang bagi destinasi wisata yang dekat. Yang bisa dijangkau tanpa harus menjalani pemeriksaan protokol yang ketat," kata Didien kepada Bisnis, Selasa (2/6/2020).

Selain itu, Didien mengatakan destinasi wisata yang lengang dengan adanya pembatasan pengunjung bisa mengambil peluang dalam kondisi new normal. Oleh karena itu, implementasi protokol Covid-19 menjadi hal yang krusial demi mendorong daya tarik kunjungan wisatawan Nusantara.

Didien belum bisa memperkirakan berapa jumlah potensi perjalanan wisatawan Nusantara pada kondisi protokol pembatasan sosial diberlakukan. Namun tak seperti kunjungan wisatawan mancanegara yang membutuhkan waktu relatif panjang untuk pulih, Didien memproyeksi kunjungan wisatawan lokal bisa pulih lebih cepat.

"Tapi semua tergantung dengan keinginan masyarakat untuk berwisata dengan pembatasan dan bagaimana industri pendukung seperti transportasi dan akomodasi melakukan penerapan protokol," lanjutnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penurunan bulanan yang tajam pada jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2020. Jumlah wisatawan asing hanya mencapai 160.000 orang pada April atau turun 66,02 persen dari 471.300 di bulan Maret. Secara tahunan, penurunan pada April menyentuh 87,44 persen dibandingkan April 2019.

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari–April 2020 berjumlah 2,76 juta atau turun 45,01 persen. Ketua BPS Suhariyanto mengatakan penurunan kumulatif tidak sebesar penurunan bulanan karena masih tertolong oleh jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada momen Imlek yang jatuh pada Januari 2020.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama memperkirakan potensi hilangnya wisatawan mancangera selama Covid-19 telah mencapai 4 juta orang. Seiring akan mengemukanya rencana pembukaan kembali destinasi wisata, dia mengatakan pemerintah akan fokus untuk mempersiapkan protokol pencegahan Covid-19 demi keamanan wisatawan domestik.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper