Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

New Normal, Bakal Ada Tren Baru di Sektor Properti

Tren baru bakal muncul di sektor properti lantaran akan mengikuti penyesuaian baru sebagai dampak Covid-19.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  13:01 WIB
Pekerja beraktifitas di proyek pembangunan perumahan di Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Pekerja beraktifitas di proyek pembangunan perumahan di Bogor, Jawa Barat, Senin (30/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Sektor properti siap menyambut kebiasaan baru atau new normal menyusul wacana pemerintah yang bakal menerapkan konsep tersebut menyusul belum teratasinya wabah virus corona jenis baru atau Covid-19.

Business Development Manager Travelio Property Management Vincentius Christopher mengatakan bahwa tren baru bakal muncul di sektor properti lantaran akan mengikuti penyesuaian baru sebagai dampak Covid-19.

"Perumahan yang tadinya jauh dari pusat kota dan enggak dilirik orang-orang, maka akan jadi meningkat penjualannya karena ada kebiasaan baru berupa bekerja dari rumah. Dengan normal baru, tren nyari rumah bisa berubah," katanya dalam webinar, Rabu (27/5/2020).

Selanjutnya, tren dinilai akan berpeluang lebih besar pada opsi sewa properti daripada membeli karena adanya dampak pada pegawai akibat pemotongan gaji dan lain-lain. Selain itu, adanya multi-generational living atau tinggal satu rumah dengan generasi atasnya seperti orang tua atau mertua.

Namun, bagi sebagian orang tinggal dengan lintas generasi seperti mertua dan orang tuanya tersebut dinilai tidak mendapat privasi lebih sehingga kemungkinan memutuskan untuk menyewa properti seperti apartemen. 

"Akan mulai banyak sewa daripada membeli. Lebih banyak alasannya karena ekonomi. Akibat Covid terganggu daya beli, niatan punya properti jadi memilih sewa sebagai solusi," katanya. 

Vincentius juga mengatakan bahwa saat ini, pelaku usaha properti harus bisa beradaptasi dengan cepat. Hal ini mengingat semua sektor tengah berlomba-lomba akan menyesuaikan dengan keadaan baru. "Jika tidak bisa berdaptasi, akan kalah." 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

New Normal
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top