Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fix! Kilang Cilacap Jalan Tanpa Saudi Aramco

Negosiasi kerja sama pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap dengan Saudi Aramco sudah berlangsung sejak 2014.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  14:02 WIB
Pekerja berpatroli dengan mengendarai sepeda di area Kilang RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Selasa (21/2). - Antara/Idhad Zakaria
Pekerja berpatroli dengan mengendarai sepeda di area Kilang RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Selasa (21/2). - Antara/Idhad Zakaria

Bisnis.com, JAKARTA – Rencana kerja sama PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco dalam pengembangan kilang Cilacap sirna.

Pertamina akhirnya memutuskan untuk melanjutkan proyek Kilang Cilacap secara mandiri setelah mundurnya mitra dalam proyek itu.

Padahal, negosiasi kerja sama pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap dengan Saudi Aramco sudah berlangsung sejak 2014.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengungkapkan kerja sama antara Pertamina dan Saudi Aramco dalam proyek tersebut tidak lagi diperpanjang.

"Setelah tidak dilakukan perpanjangan kerja sama dengan Saudi Aramco, Pertamina melanjutkan RDMP Cilacap secara mandiri, tapi secara paralel tetap akan dilakukan pencarian strategic partner lainnya," katanya kepada Bisnis, Rabu (27/5/2020).

Sementara itu, Fajriyah mengatakan untuk proyek pembangunan kilang-kilang lainnya masih terus berjalan.

Pembangunan kilang tersebut dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Pertamina memberlakukan isolasi mandiri untuk pergantian pekerja, cek kesehatan setiap hari,  mewajibkan penggunaan masker, physical distancing, dan pemberian vitamin.

"[Pembangunan] tetap jalan dengan protokol Covid-19 yang ditetapkan sebelumnya," jelasnya.

Februari lalu, Direktur Utama Pertamina masih optimistis kerja sama perusahaan migas Arab Saudi dan Indonesia itu bakal terlaksana.

Saat itu, Nicke mengatakan belum ada investor lain yang bakal digandeng dalam pembangunan Refinery Development Master Plan Cilacap.

“Tidak [ada investor lain], kami masih sama Aramco, jangan dulu cari ganti dong,” katanya di Kompleks DPR, Selasa (28/2/2020).

Nicke Widyawati menjelaskan bahwa pihaknya masih akan menunggu penawaran dari Aramco hingga akhir kuartal I/2020 atau Maret 2020.

“Iya jadi kami menunggu offering dari mereka seperti apa untuk skema baru ini, kami belum terima,” ungkapnya.

Sebelumnya, Nicke mengatakan skema kerja sama terpaksa berubah, mengingat hampir 3 tahun perjanjian pembentukan perusahaan patungan antara Pertamina dan Aramco dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Cilacap tak kunjung menemui kata sepakat dalam hal valuasi aset.

Nicke mengatakan opsi kerja sama Pertamina–Aramco dipastikan mirip pengembangan Kilang Balikpapan. “[Kerja sama] kilang yang baru. Eksisting tetap operasi, tapi sistemnya toll fee,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina saudi aramco kilang minyak Kilang Cilacap
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top