Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banyak Penyewa Gedung Ajukan Pelonggaran Pembayaran Jatuh Tempo

Pulihnya pasar perkantoran nantinya akan selaras dengan keberadaan protokol kesehatan di dalam gedung perkantoran yang akan mendorong budaya baru.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 23 Mei 2020  |  11:06 WIB
Seorag pria menelepon dengan latar belakang gedung perkantoran di kawasan bisnis terpadu Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta. -  Antara Foto/Andika Wahyu.
Seorag pria menelepon dengan latar belakang gedung perkantoran di kawasan bisnis terpadu Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta. - Antara Foto/Andika Wahyu.

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang gedung perkantoran PT Capri Nusa Satu Properti Tbk. siap menyambut penerapan tatanan hidup baru alias new normal yang diwacanakan pemerintah.

Hal ini menyusul belum teratasinya wabah corona baru penyebab Covid-19 sehingga aktivitas sejumlah sektor usaha diwacanakan akan kembali bekerja seperti semula dengan protokol kesehatan yang ketat.

Direktur Utama Capri Nusa Satu Properti Jansen Surbakti mengatakan bahwa pihaknya yakin aktivitas perkantoran akan berangsur pulih seiring adanya kebijakan bekerja dari rumah yang sebelumnya diterapkan para pelaku usaha.

Menurut dia, pulihnya pasar perkantoran nantinya selaras dengan keberadaan protokol kesehatan di dalam gedung perkantoran yang akan mendorong budaya baru sehingga pelaku bisnis diproyeksikan masih memerlukan ruang gedung perkantoran. 

Hal ini juga lantaran masih banyaknya perusahaan yang membutuhkan ruang perkantoran untuk mendukung aktivitas bisnisnya dan tidak semua pelaku usaha nyaman bila karyawannya bekerja dari rumah.

Jansen juga mengatakan bahwa di tengah kondisi saat ini, pihaknya mendapat permintaan kelonggaran jatuh tempo pembayaran dari penyewa yang mengalami kesulitan usaha karena terdampak Covid-19.

Untuk menjaga agar okupansi tetap maksimal, kata dia, perusahaan pun memberikan kelonggaran tempo pembayaran untuk beberapa penyewa. 

"Kelonggaran pembayaran bisa pembayaran bertahap atau kelonggaran waktu pembayaran sewa," katanya kepada Bisnis, Sabtu (23/5/2020).

Dia menyatakan bahwa penyewaan ruang perkantoran sebagai sumber utama pendapatan sampai saat ini tingkat okupansinya masih 100 persen untuk gedung kantor Multipiranti Graha. 

Namun, untuk penjualan gedung perkantoran dan pertemuan baru di Jaticempaka, Kota Bekasi, yang seharusnya Maret lalu sudah siap beroperasi terkendala pembatasan sosial. Begitu pula bagi yang telah memesan penyewaan gedung dan perkantoran yang juga tertunda.

"Akan tetapi, kami sudah mengantongi 20 persen dari sisa penyimpanan sebesar 80 persen sewa, pemesanan yang sudah ada terpaksa ditunda karena prosedur kesehatan," katanya.

Sebelumnya, Leads Property Services Indonesia memprediksi pada kuartal kedua ini permintaan ruang perkantoran berkurang lantaran adanya penundaan pengambilan keputusan untuk relokasi dan kurangnya penyerapan ruang perkantoran karena bisnis yang sulit akibat corona.

"Oleh karena itu harga sewa ruang kantor juga akan tertekan, dan kita sudah melihat banyak gedung baru yang menawarkan insentif lebih apabila penyewa mau pindah ke gedung mereka," tutur Senior Director Leads Property Darsono Tan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perkantoran harga sewa kantor
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top