Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menteri PUPR Instruksikan Jasa Konstruksi Tetap Jalan di Tengah Pandemi

Menteri PUPR mengatakan pada kondisi pandemi Covid-19, jasa konstruksi terus berjalan dengan mengacu pada Instruksi Menteri PUPR Nomor 2/2020 yang telah diterbitkan pada 27 Maret 2020.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 17 Mei 2020  |  14:22 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menegaskan jasa konstruksi tetap berjalan di saat kondisi pandemi Covid-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pada kondisi pandemi Covid-19, jasa konstruksi terus berjalan dengan mengacu pada Instruksi Menteri PUPR Nomor 2/2020 yang telah diterbitkan pada 27 Maret 2020.

"Jasa konstruksi tetap berjalan. Saya selalu ditanya, kami sudah mengeluarkan Inmen Nomor 2, yang tidak menghentikan. Penghentian jasa konstruksi hanya dihentikan kalau ada permintaan dari pelaksana sendiri kalau ada kejadian," jelas Basuki, saat Seremoni Virtual Pengerjaan Tahap Akhir Pemasangan Balok Jembatan Jalan Tol Layang A. P. Pettarani, Minggu (17/5/2020).

Dia mencontohkan pekerjaan pembangunan konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang sempat dihentikan karena ada permintaan terkait pekerja yang terpapar Covid-19. Adapun yang pekerjaan konstruksi masih tetap berlanjut seperti Tol Cisumdawu.

Basuki mengatakan berdasarkan Inmen PUPR Nomor 2/2020, pekerjaan konstruksi juga harus mematuhi protokol yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Kuncinya sudah disampaikan oleh Presiden Jokowi, kita bisa hidup berdampingan dengan adanya Covid [untuk] jasa konstruksi ini, jalan terus," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Margautama Nusantara Danni Hasan mengatakan pekerjaan Jalan Tol Layang A. P Pettarani tetap dikerjakan dengan berbagai tantangan yang ada.

Dia mengungkapkan sejak awal pengerjaan proyek ini menghadapi berbagai tantangan karena berada di lalu lintas padat di Kota Makassar dengan keberadaan utilitas seperti pipa PDAM yang harus direlokasi.

"Pertengahan Maret 2020, kondisi ini menjadi tantangan meneruskan pekerjaan dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19," ujarnya.

Namun, katanya, dengan adanya dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, pengerjaan proyek Jalan Tol Layang A. P. Pettarani telah memasuki tahap pemasangan balok jembatan.

"Pembangunan masuk tahap akhir dan akan segera dioperasikan tahun ini," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jasa konstruksi Kementerian PUPR
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top