Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR PASAR: Babak Baru Sektor Tambang, Defisit Fiskal Makin Longgar

Berita mengenai pengesahan UU Minerba serta berlanjutnya defisit fiskal di atas 3 persen menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Rabu (13/5/2020).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  06:06 WIB
Terminal Batu Bara Balikpapan. Terminal yang dikelola oleh PT Bayan Resources Tbk. merupakan salah satu terminal curah terbesar di Indonesia. - bayan.com.sg
Terminal Batu Bara Balikpapan. Terminal yang dikelola oleh PT Bayan Resources Tbk. merupakan salah satu terminal curah terbesar di Indonesia. - bayan.com.sg

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai pengesahan UU Minerba serta berlanjutnya defisit fiskal di atas 3 persen menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Rabu (13/5/2020).

Berikut sejumlah ringkasan topik utamanya:

Babak Baru Sektor Tambang. Pengesahan Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara atau UU Minerba menjadi magnet untuk menarik minat pemegang kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) agar kembali berinvestasi, khususnya di kegiatan eksplorasi setelah sekian lama mati suri.

Kemarin Selasa (12/5), Dewan Perwakilan Rakyat telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Tentang Perubahan Atas UU No.4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Ketok palu untuk menyetujui diundangkannya aturan itu dilakukan oleh Ketua DPR Puan Maharani

Defisit Fiskal Makin Longgar. Rezim defisit fiskal di atas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) bakal berlanjut. Melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2021, defisit fiskal pada 2021 diusulkan pada kisaran 3,21 persen—4,17 persen terhadap PDB.

Dalam Sidang Paripurna DPR kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, besaran defi sit di atas 3 persen dari PDB diperlukan agar proses pemulihan ekonomi bisa berjalan bertahap dan tidak mengalami hard landing yang berisiko memberikan guncangan.

BPK Soroti Restitusi. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat adanya kesalahan dalam pemberian restitusi pajak. Temuan itu mengacu pada Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2019 yang didasarkan pada pemeriksaan atas kegiatan penyelesaian restitusi pajak 2018 hingga semester I/2019.

Bank Sentral Makin Matang. Bisnis, JAKARTA — Beberapa bank sentral di dunia menyusun skenario mitigasi dampak pandemi virus corona dengan rentang lebih panjang, sesuatu yang luput mereka lakukan saat krisis keuangan 2010.

Bankir bank sentral dan ekonom yang keliru ketika krisis keuangan global melanda satu dekade lalu, kini menemukan lebih banyak tantangan dalam meramal ekonomi dunia. Bank sentral yang terbiasa menyusun proyeksi ekonomi secara sederhana, kini harus beralih pada skenario yang menggarisbawahi krisis akibat dampak pandemi.

Maskapai Asia Timur Perlahan Pulih. Industri penerbangan di China dan Hong Kong mulai menuju pemulihan seiring dengan pelonggaran kebijakan pembatasan pergerakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabar pasar
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top