Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IMF: Prospek Ekonomi Memburuk Sejak Proyeksi Bulan April

Dana Moneter Internasional mengatakan bahwa prospek ekonomi global telah memburuk sejak perkiraan terbaru tiga pekan lalu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 Mei 2020  |  08:34 WIB
Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath. Bloomberg.
Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath. Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Dana Moneter Internasional mengatakan bahwa prospek ekonomi global telah memburuk sejak perkiraan terbaru tiga pekan lalu.

Kepala ekonom IMF Gita Gopinath mengatakan kebutuhan pendanaan eksternal negara-negara berkembang diperkirakan melonjak jauh di atas proyeksi IMF sebelumnya sebesar US$2,5 triliun yang sebelumnya diproyeksikan IMF, kepala ekonom Gita Gopinath mengatakan dalam webcast Kamis yang diselenggarakan oleh

Dalam konferensi video yang diselenggarakan Dewan Hubungan Luar Negeri IMF, Gopinath mengatakan IMF akan membutuhkan seluruh sumber daya pinjaman saat ini yang jumlahnya mencapai US$1 triliun.

"Kami tahu krisis ini tidak akan hilang dalam waktu dekat. Hal-hal bisa menjadi lebih buruk. Krisis kesehatan belum terpecahkan,” kata Gopinath, seperti dikutip Bloomberg.

IMF mengatakan dalam laporan World Economic Outlook pada 14 April lalu bahwa produk domestik bruto (PDB) global akan turun 3 persen tahun ini. Skenario tersebut mengambil asumsi bahwa pandemi akan mereda pada paruh kedua tahun ini dan langkah-langkah pembatasan dapat secara bertahap dihentikan.

Gopinat mengatakan bahwa kecil kemungkinan skenario tersebut dapat terjadi saat ini.

Proyeksi IMF bulan lalu juga menggambarkan tiga skenario alternatif, di antaranya virus bertahan lebih lama dari yang diperkirakan, kembali pada tahun 2021, atau keduanya. Wabah yang lebih panjang akan menyebabkan PDB global susut 3 persen tahun ini.

Dalam konferensi video yang sama, profesor Universitas Harvard dan salah satu pendahulu Gopinath di IMF, Kenneth Rogoff, mengatakan bahwa beberapa negara akan menghadapi krisis solvabilitas dan akan membutuhkan write-down hutang daripada hanya penundaan pembayaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imf
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top