Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ALFI Beberkan Kondisi Kargo Udara di Tengah Pandemi

Volume kargo udara secara umum mengalami penurunan hingga 15 persen selama pandemi Covid-19.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 Mei 2020  |  18:44 WIB
Ilustrasi - Aktivitas di sebuah pesawat kargo logistik. - Bisnis/Istimewa
Ilustrasi - Aktivitas di sebuah pesawat kargo logistik. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengungkapkan saat ini volume kargo udara secara umum mengalami penurunan hingga 15 persen. Adapun, Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.25/2020 dinilai belum berdampak signifikan.

Adapun, Permenhub No.25/2020 mengatur tentang pengendalian transportasi selama masa mudik guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan ini mengatur mengenai diperbolehkannya maskapai menggunakan pesawat penumpang untuk mengangkut kargo udara di tengah pandemi Corona.

Ketua DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan saat ini di sejumlah bandara seperti Bandara Internasional Makassar, tidak terjadi penumpukan kargo. Penumpukan sedikit terjadi di Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Juanda Surabaya.

"Kargo secara umum turun 15 persen. Disampaikan bahwa jika dievaluasi dampak PM 25 belum terlalu terlihat karena seperti biasanya hari Sabtu dan Minggu kondisi kargo memang cenderung sepi," katanya kepada Bisnis, Minggu (3/5/2020).

Dia menuturkan hal ini juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, ketika awal puasa kargo cenderung turun. Jadi perpaduan awal puasa dan akhir pekan tidak terlihat penurunan atau penumpukan yang signifikan.

Yukki mencontohkan pengiriman kargo Garuda Indonesia biasanya mencapai 14 -16 ton per hari, yang diangkut dengan 7 penerbangan pesawat penumpang. Jumlahnya masih tetap 14 ton, tetapi diangkut oleh 1 kali pesawat penumpang yang sudah dialih fungsikan sebagai pesawat kargo. Pengalihfungsian bagian kabin diisi kargo dengan kursi dilapis plastik dan kargo ditutup jaring.

"Dampak [PM 25] mungkin baru bisa dievaluasi 2 - 3 hari ke depan, saat biasanya volume kargo meningkat setelah hari minggu," ujarnya.

Angkutan kargo yang menggunakan pesawat penumpang juga sudah terlihat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Beberapa maskapai jelasnya, sudah masuk menggunakan pesawat penumpang yang sudah dialihfungsikan sebagai pesawat kargo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kargo udara maskapai penerbangan Virus Corona
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top