Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selama WFH, Pekerja Masih Dapat Perlindungan JKK

Para pekerja yang bekerja dari rumah selama pandemi corona, dipastikan tetap bisa mendapatkan perlindungana jaminan kecelakaan kerja dari BP Jamsostek.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 27 April 2020  |  12:58 WIB
Masyarakat di Sumatra Bagian Selatan memanfaatkan perangkat dan teknologi komunikasi untuk bekerja dari rumah. - Bisnis/Dinda Wulandari
Masyarakat di Sumatra Bagian Selatan memanfaatkan perangkat dan teknologi komunikasi untuk bekerja dari rumah. - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, JAKARTA — Para pekerja yang sedang melakukan work form home (WFH) sebagai dampak dari pandemi Covid-19 tetap mendapatkan perlindungan jaminan kecelakaan kerja dari BP Jamsostek.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antarlembaga BPJamsostek Irvansyah Utoh Banja mengatakan sebetulnya tidak ada yang berbeda antara bekerja dari rumah maupun bekerja dari kantor, sehingga di masa WFH ini para pekerja masih bisa mendapatkan klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) ketika mengalami kecelakaan kerja.

Namun, untuk bisa mendapatkan klaim JKK ini, jenis kecelakaan dan rentang waktu harus sinkron dengan pekerjaan yang dilakukannya.

Sebagai contoh seperti rentang waktu kerja. Jika selama bekerja dari kantor durasi dimulai pada pukul 08.00-17.00, maka ketika mengalami kecelakaan kerja saat WFH pada durasi yang sama masih bisa mendapatkan klaim JKK.

“Kejadiannya itu misalnya dari jam 8-5 yang kami cover ya diantara jam tersebut,” kata Utoh kepada Bisnis, Sabtu (25/4/2020).

Kemudian, lanjutnya, jenis kecelakaan juga harus sesuai dengan profesi atau pekerjaan yang dilakukan di kantor.

“Jenis kecelakaannya yang seperti apa ? Yang sesuai juga. Misalnya dia kecelakaan di meja dengan laptop, atau paling ekstrim asbesnya jatuh nimpa kepala. Bisa juga kecelakaan ketika dia ke toilet kepeleset itu juga kami cover. Tapi kalau di jatuh dari genteng kan gak nyambung. Jadi dikaitkan dengan jenis pekerjaan yang dia lakukan. Itu baik PU maupun BPU.”

Untuk BPU atau bukan penerima upah, Utoh mengatakan pelaku BPU juga harus melaporkan jenis pekerjaannya kepada BP JAMSOSTEK.

“BPU juga gitu pekerjaannya apa dulu, jadi dilihat kesesuaiannya. Pelaporannya gmn? Ya seperti biasa kalau PU ya perusahaan yang melaporkan.”

Kendati demikian, Utoh mengaku belum memiliki data jumlah klaim JKK selama masa WFH ini.

“Saya belum ada datanya.”

Koordinator BPJS Watch Timboel Siregar menuturkan selama WFH pun program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) pun tetap berjalan dan bila ada kecelakaan kerja ketika bekerja dari rumah tetap ditanggung BP Jamsostek sesuai manfaat yang diatur di PP no. 82 tahun 2019 junto PP No. 44 tahun 2015.

“Mengenai jumlahnya, sampai saat ini saya belum dapat angkanya tetapi mengingat WFH, PHK dan pekerja dirumahkan terus meningkat maka diperkirakan jumlahnya berkurang.”

Namun demikian, lanjut Timboel, jumlah pekerja di sektor kesehatan yang mengalami sakit akibat kerja dan meninggal dunia menunjukkan angka yang meningkat. Menurutnya, para pekerja kesehatan tersebut juga menjadi tanggungan BP Jamsostek karena mereka sebagai peserta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jamsostek kecelakaan kerja pekerja
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top