Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PMN Bisa Digunakan untuk Biayai APBN, Seperti Ini Ketentuannya

Dalam penarikan dana ini, pemerintah tidak perlu mengembalikan PMN yang sudah ditarik dari BUMN yang dimaksud.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 25 April 2020  |  12:08 WIB
Ilustrasi: Gedung Kementerian BUMN./Bisnis- - Himawan L Nugraha
Ilustrasi: Gedung Kementerian BUMN./Bisnis- - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1/2020 dan aturan pelaksananya yakni Peraturan Menteri Keuangan No. 38/2020, pemerintah bisa menggunakan penyertaan modal negara pada BUMN untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan anggaran.

Dalam melaksanakan hal tersebut, Menteri Keuangan dapat melakukan penarikan dana yang berasal dari pengurangan penyertaan modal negara (PMN) pada BUMN karena PMN yang dimaksud adalah PMN yang bersifat dana segar.

Dalam penarikan dana ini, pemerintah tidak perlu mengembalikan PMN yang sudah ditarik dari BUMN yang dimaksud. Namun, ada beberapa kriteria yang dipertimbangkan dalam penarikan PMN untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan anggaran di tengah wabah Covid-19 ini.

Pertama, PMN yang bisa ditarik adalah PMN yang hingga 1 Maret 2020 masih belum digunakan oleh BUMN dan belum terikat kontrak tertentu.

Kedua, proyek yang dibiayai oleh PMN secara teknis tidak menyebabkan berhentinya produksi atau layanan utama dari BUMN terkait.

Terakhir (ketiga), ada kriteria-kriteria lain yang akan ditetapkan oleh Menteri Keuangan bersama dengan Menteri BUMN sebelum PMN pada BUMN ini dikurangi dan digunakan oleh negara untuk membiayai APBN.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pmn Virus Corona
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top