Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apa Kabar KEK Morotai pada Masa Corona? Ini Kata Jababeka

Penyebaran wabah virus corona dapat segera diatasi dengan cepat sehingga perekonomian pun akan pulih.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 23 April 2020  |  09:44 WIB
Taman Kota Daruba di Morotai, Maluku Utara. - Antara/Hafidz Mubarak
Taman Kota Daruba di Morotai, Maluku Utara. - Antara/Hafidz Mubarak

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Morotai terus memantau perkembangan isu virus corona jenis baru atau Covid-19 dan dampaknya terhadap kawasan yang dikembangkannya tersebut.

Virus corona yang merebak di Indonesia sedikit menganggu perencanaan Jababeka dalam pengembangan Morotai yang masuk sebagai salah satu destinasi 10 Bali Baru.

Sekretaris Perusahaan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) Muljadi Suganda mengatakan bahwa sampai saat ini virus corona memang belum masuk ke kawasan itu. Hanya saja, pihaknya terus memantau situasi dan kondisi seiring merebaknya Covid-19 di Tanah Air. 

"Sampai dengan saat ini progres pembangunan hotel sudah mencapai 80 persen, demikian juga vila berikut fasilitasnya yang ditargetkan selesai tahun ini sambil melihat perkembangan dan dampak wabah Covid-19 terhadap perekonomian serta perusahaan," tuturnya pada Bisnis, Kamis (23/4/2020).

Muljadi mengatakan bahwa perencanaan perusahaan dalam pengembangan KEK Morotai juga terus dipersiapkan. Pihaknya tengah mempersiapkan rancangan hotel resor terpadu seluas 8 hektare di tepi pantai dengan lebih dari 600 unit kamar.

Pembangunan tersebut, kata Muljadi, salah satunya dipersiapkan untuk mengantisipasi wisatawan luar negeri yang datang ke Pulau Morotai pada saat virus corona mereda dan semuanya kembali normal. 

Di sisi lain, Muljadi juga mengaku bahwa meskipun Morotai hingga saat ini masih bebas Covid-19, akan tetapi hal tersebut tak serta merta lepas dari permasalahan. Dia mengaku bahwa kendala muncul terkait dengan pembukaan jalur penerbangan.

"Kendala yang dihadapi tentu ada seperti rencana membuka penerbangan Bali dan Hong Kong ke Morotai akan terganggu dan lain-lainnya," kata dia. 

Dia berharap supaya penyebaran wabah virus corona dapat segera diatasi dengan cepat sehingga perekonomian pun akan pulih kembali sehingga turut menggenjot aktivitas ke Morotai.

Berkaitan dengan infrastruktur dasar di Morotai, sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat bahwa jalan lingkar Morotai yang telah rampung adalah ruas Sofi—Wayabula sepanjang 6 kilometer dengan biaya sebesar Rp32 miliar.

Kemudian, preservasi ruas batas kota Daruba—Daeo/Sangowo—Bere Bere—Sofi—Daruba—Wayabula sepanjang 195,29 kiometer dengan biaya Rp10,43 miliar.

Selanjutnya, pembangunan dan penggantian enam jembatan dengan biaya sebesar Rp231,43 miliar meliputi ruas Bere Bere—Sofi sepanjang 152 meter dan 7 meter, jembatan Sofi—Wayabula 1 sepanjang 125,80 meter, Sofi—Wayabula 2 sepanjang 100 meter, Sofi—Wayabula 3 sepanjang 87 meter, dan Sofi—Wayabula 4 sepanjang 125 meter.

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga mengaku bahwa terjadi hambatan dalam pengembangan kawasan yang dikembangkan pemerintah seiring merebaknya wabah virus corona baru.

"Ya, secara keseluruhan ada beberapa dukungan infrastruktur PUPR yang tertunda," tuturnya, beberapa waktu lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona pulau morotai
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top