Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ramadan Kali Ini UMKM Diprediksi Gagal Cuan

Wabah corona yang dibarengi oleh kebijakan pembatasan sosial berskala besar dan larangan mudik, diprediksi membuat pelaku UMKM gagal meraih cuan saat Ramadan kali ini.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 23 April 2020  |  18:35 WIB
Seorang pria duduk di deretan warung kaki lima yang tutup menyusul sepinya pengunjung akibat pandemi COVID-19 di Jakarta, Kamis (2/4/2020). Minimnya aktivitas perkantoran di Jakarta akibat pandemi COVID-19 membuat sejumlah pedagang warung kaki lima memilih untuk menutup dagangannya dan mudik ke kampung halaman. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Seorang pria duduk di deretan warung kaki lima yang tutup menyusul sepinya pengunjung akibat pandemi COVID-19 di Jakarta, Kamis (2/4/2020). Minimnya aktivitas perkantoran di Jakarta akibat pandemi COVID-19 membuat sejumlah pedagang warung kaki lima memilih untuk menutup dagangannya dan mudik ke kampung halaman. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang masih belum usai tertanggulangi di Tanah Air dipastikan bakal menekan omzet bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama Ramadan dan Idulfitri.

Hal ini makin diperberat dengan adanya kebijakan larangan mudik yang mulai berlaku pada 24 April 2020.

Ketua Umum Asosiasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengemukakan bahwa Ramadan dan Idulfitri selalu menjadi momentum kenaikan penjualan, terutama untuk segmen sandang dan pangan. Namun melihat situasi ini, Ikhsan memperkirakan bisnis UMKM akan jauh menurun.

"Tahun lalu untuk bisnis makanan dan fesyen paling sedikit naik 50 persen sejak awal Ramadan sampai Idulfitri. Tapi melihat kondisi sekarang jauh turun, bisa sampai 80 persen dibandingkan kondisi normal," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (23/4/2020).

Ikhsan pun mengaku tak memasang prospek positif untuk bisnis UMKM selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Strategi pemasaran pun disebutnya terbatas lewat kanal daring lantaran banyak kota-kota besar yang memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Selama lebaran ini, tidak dapat kami prediksi karena di tengah Covid-19, yang pasti hancur lebur," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm Ramadan Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top