Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ombudsman: Pemerintah Mesti Larang Ekspor Masker

Pemerintah mesti menetapkan kebijakan larangan ekspor masker karena sangat dibutuhkan di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Alamsyah Saragih, Rabu (8/4/2020).
Penjahit memproduksi masker kain di Balai Latihan Kerja Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel. istimewa
Penjahit memproduksi masker kain di Balai Latihan Kerja Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mesti menetapkan kebijakan larangan ekspor masker karena sangat dibutuhkan di Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Alamsyah Saragih, Rabu (8/4/2020). Dalam keterangannya, Alamsyah mengatakan bahwa ORI terus mencermati kontroversi ekspor masker dan alat pelindung diri (APD).

“Ombudsman juga menerima pertanyaan dari kalangan media dan masyarakat yang pada intinya mempertanyakan apakah maraknya ekspor masker dan APD di tengah kebutuhan domestik begitu tinggi merupakan indikasi telah terjadi maladministrasi dalam mata rantai produksi,” ucapnya,.

Lanjutnya, ORI menyampaikan ke publik bahwa pada prinsipnya pemerintah patut menerbitkan kebijakan larangan ekspor dan melakukan pengaturan harga dalam situasi darurat Covid-19.

“Jika pemerintah menyadari kebutuhan domestik tinggi maka Pemerintah dapat mempertimbangkan untuk menerapkan kebijakan domestic market obligation bagi Industri yang memproduksi,” jelasnya.

Untuk itu Kemenkes atau instansi terkait dapat mengusulkan ekspor bahan baku masker, masker, antiseptik, dan APD ke dalam larangan dan/atau pembatasan yang diatur dalam peraturan menteri perdagangan, sehingga Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai dapat mencegah ekspor produk tersebut maupun mengawasi kemungkinan terjadi penyiasatan kode HS.

“Melakukan pembiaran terhadap kondisi tersebut sehingga kebutuhan masyarakat dan pelayanan kesehatan terganggu adalah suatu Maladministrasi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper