Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenkeu Kaji Skema Subsidi Baru Usulan Erick Thohir

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kemenkeu dan Kementerian ESDM untuk menghapus subsidi yang terdapat pada BUMN.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 08 April 2020  |  14:31 WIB
Ilustrasi Kementerian Keuangan - JIBI
Ilustrasi Kementerian Keuangan - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan sedang mengkaji skema subsidi energi baru yang langsung disalurkan ke masyarakat yang diusulkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

"Usulan Menteri BUMN sudah masuk dan sudah ada review awal mengenai skema subsidi ke depan. Ada sebagian sudah didiskusikan dan saat ini sedang proses," kata Direktur Jenderal Anggaran Askolani, Rabu (8/4/2020).

Askolani mengatakan rencana perubahan skema subsidi tersebut harus dirancang lebih matang dan tidak hanya mempertimbangkan jangka pendek untuk penanganan virus corona (COVID-19).

Sebelumnya, Erick mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kemenkeu dan Kementerian ESDM untuk menghapus subsidi yang terdapat pada BUMN.

Erick mengatakan pihaknya ingin agar subsidi langsung tersalur kepada masyarakat tanpa melewati BUMN terkait.

Harapannya, pengelolaan BUMN bisa semakin transparan dan ke depan perusahaan pelat merah tidak perlu lagi pusing memikirkan subsidi yang terus menjadi area abu-abu.

“Jadi, perusahaan yang benar-benar memikirkan korporasi, supaya juga merubah paradigma direksi BUMN. Bagian ini menjadi grey area yang menyebabkan adanya praktik window dressing, makanya kami ingin subsidi langsung ke rakyat, harus efisien,” kata Erick.

Tahun ini, subsidi dipangkas dari Rp187,6 triliun menjadi Rp157,3 triliun. Subsidi BBM dan LPG 3Kg terpangkas dari Rp70,6 triliun menjadi Rp38,1 triliun terutama karena merosotnya harga ICP serta perubahan nilai tukar.

Adapun, subsidi listrik justru meningkat dari Rp54,8 triliun menjadi Rp59,4 triliun karena perubahan nilai tukar serta adanya insentif penggratisan tarif bagi pelanggan 450 VA dan diskon 50 persen bagi pelanggan 900 VA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

subsidi BUMN kemenkeu
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top