Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MSC Nilai Kargo Laut Global Kembali Bergeliat

Meredanya kasus pandemi virus corona di China membuat kargo laut global dinilai kembali bergeliat.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 April 2020  |  17:38 WIB
Foto udara kapal yang mengangkut kontainer di Pelabhuan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen\n
Foto udara kapal yang mengangkut kontainer di Pelabhuan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pelayaran Mediterranean Shipping Company (MSC) memandang kargo perhubungan laut mulai kembali normal di wilayah Asia, setelah China mulai pulih dari dampak penyebaran virus corona.

Global PR & Internal Communications Manager MSC Mediterranean Shipping Company Giles Broom mengatakan MSC memberikan layanan kargo fleksibel yang akan membantu memenuhi dimulainya kembali permintaan dari Asia dan memastikan kontinuitas layanan.

"Itu termasuk penyimpanan Container Yard [CY] di enam pusat transshipment di seluruh Asia, Timur Tengah, Eropa dan Benua Amerika, memastikan bahwa barang dapat dikirim dekat dengan tujuan mereka sesegera mungkin dan menyediakan aliran kargo lebih mudah bagi pelanggan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2020).

MSC mencatat bahwa China telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan pabrik memulai kembali produksinya dan layanan baru program Suspension Of Transit (SOT) baru akan membantu menghindari biaya penyimpanan yang tinggi di pelabuhan pembuangan.

Langkah ini sebagai bagian dari respons yang berkelanjutan terhadap dampak virus corona (Covid-19). MSC Mediterranean Shipping Company telah mengembangkan program pengiriman kontainer SOT bersiap guna menghadapi pemulihan permintaan layanan pengiriman begitu dampak pandemi Covid-19 mereda.

Program ini dibangun di atas upaya MSC yang berkelanjutan untuk memastikan kelangsungan bisnis dan pemeliharaan vital jasa pengangkutan kontainer, seperti pergerakan makanan, produk segar, peralatan medis dan kebutuhan pokok lainnya barang. 

"Inisiatif SOT baru difokuskan khususnya pada dimulainya kembali permintaan berbagai barang dari Asia," imbuhnya.

Dia mengatakan perusahaannya sudah melihat tanda-tanda positif pemulihan aktivitas logistik telah di Asia dan pabrik-pabrik telah memulai kembali berproduksi, pelabuhan-pelabuhan utama tujuan mungkin masih belum siap untuk mengeluarkan wadah. 

"Produk SOT baru MSC bertujuan untuk memenuhi kelanjutan permintaan bahan baku dan produk jadi dari Asia dengan menyediakan penyimpanan pekarangan di titik strategis utama di seluruh dunia: Bremerhaven di Jerman, Busan di Korea Selatan, Raja Abdullah Port di Arab Saudi, Lome di Togo, Rodman PSA Panama International Terminal di Panama, dan Tekirdag Asyaport di Turki," urainya.

Produk ini ditujukan untuk semua pengirim untuk kontainer dari Asia dan semua jenis kargo, kecuali reefer (kargo dingin), barang berbahaya dan kargo proyek (seperti potongan besar, alat berat yang tidak bisa diukur biasanya masuk ke dalam wadah).

Produk MSC SOT memberikan penghematan biaya potensial bagi pelanggan yang dihadapkan dengan biaya penyimpanan pergudangan yang tinggi di tempat tujuan, demurrage, per-diem dan biaya lainnya. 

Langkah ini juga akan membebaskan ruang di pabrik dan gudang asal dan menghindari kelebihan persediaan di lokasi, membawa kargo lebih dekat ke pasar tujuan dan mengurangi risiko kemacetan atau penutupan di pelabuhan pembuangan.

Waktu tunggu akan berkurang setelah operasi dilanjutkan di pelabuhan tujuan, dan program juga akan menambahkan penyimpanan untuk pemilik muatan yang menguntungkan atau beneficial cargo owners (BCO) dan angkutan umum yang tidak memiliki kapal atau non-vessel owning common carriers (NVOCCs), siapa yang mau jika tidak mencapai kapasitas penuh mereka.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kargo angkutan laut Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top