Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tol Laut Bisa Jadi Solusi Saat Pandemi Corona

Dari sisi anggaran, tol laut diproyeksikan menghabiskan dana sebesar Rp439,83 miliar pada tahun ini.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  07:15 WIB
Kapal Motor Dobonsolo memasuki Pelabuhan Makassar, Kamis (7/9). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Kapal Motor Dobonsolo memasuki Pelabuhan Makassar, Kamis (7/9). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan siap memaksimalkan peran tol laut, yang selama ini menjadi tumpuan logistik wilayah timur Indonesia, di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub Wisnu Handoko mengatakan tol laut bisa dimanfaatkan membantu distribusi barang di tengah pandemi virus. Bahkan, Kementerian sudah menggratiskan distribusi alat pelindung diri (APD) ke Tahuna, Sulawesi Utara.

"Tol Laut siap dimaksimalkan untuk mengatasi arus logistik yang terhambat akibat pembatasan kapal penumpang yang masuk ke daerah tujuan," jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (30/3/2020).

Dia menegaskan tol laut saat ini melayani 26 trayek menggunakan 26 kapal dengan 99 pelabuhan singgah di seluruh Indonesia. Dari sisi anggaran tol laut diproyeksikan menghabiskan dana sebesar Rp439,83 miliar pada tahun ini.

Wisnu menegaskan 26 kapal yang digunakan untuk tol laut terdiri atas 14 kapal negara, 5 kapal milik Pelni, 5 kapal milik ASDP, dan 2 kapal swasta. Pola subsidi tol laut ini diberikan untuk tiga hal, yakni operasional kapal, kontainer dan muatan.

Menurutnya, bicara tol laut sebagai solusi mengurangi disparitas harga Indonesia Timur dan Barat tidak hanya menjadi tanggung jawab Kemenhub. Pasalnya, panjangnya alur rantai pasok serta keterlibatan aspek perdagangan pun menjadi salah satu kuncinya.

Dia menyebut fokus yang dapat diperbaiki oleh Kemenhub yakni berkaitan dengan tata kelola bagian kapal dan pelabuhan. "Arahan Presiden kami harus perbaikan performa manajemen kapalnya, terutama ketepatan waktu, kemudian target pencapaian voyage-nya.".

Pihaknya berpendapat Presiden sudah meminta agar pelayaran tidak dilakukan dua pekan sekali, tetapi bisa hingga sepekan sekali. Artinya, frekuensi pelayaran ke daerah menjadi lebih sering yang dapat dipenuhi dengan penambahan kapal.

Namun, dia menegaskan jika perlu menambah kapal, Kemenhub ingin agar kebutuhan tersebut akurat. Dengan demikian, penambahan kapal juga turut disertai dengan jumlah okupansi barang pun meningkat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Tol Laut
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top