Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkeu Atur Pencairan Dana Kartu Prakerja, Ini Tata Caranya

Dalam mencairkan dana Kartu Prakerja Kuasa, Pengguna Anggaran Bendaharan Umum Negara (KPA BUN) menerbitkan surat keputusan penerima kartu prakerja (SK-PKP) yang berisi nama penerima Kartu Prakerja.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 02 April 2020  |  14:02 WIB
Kemenkeu Atur Pencairan Dana Kartu Prakerja, Ini Tata Caranya
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan kepada tim Bisnis Indonesia saat wawancara eksklusif di Jakarta, Jumat (22/11/2019). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan mengeluarkan peraturan terkait penganggaran dan pencairan dana Program Kartu Prakerja.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 25/2020 tentang Tata Cara Pengalokasian, Penganggaran, Pencairan, dan Pertanggungjawaban Dana Kartu Prakerja yang diundangkan pada 26 Maret lalu.

Dalam PMK, tertulis bahwa pendanaan yang diperlukan untuk melaksanakan Program Kartu Prakerja bersumber dari APBN dari BA 999.08.

BA 999.08 adalah bagian anggaran yang menampung belanja pemerintah pusat untuk keperluan belanja pegawai, bansos, dan belanja lain yang pagu anggarannya tidak dialokasikan ke dalam belanja K/L.

Dalam mencairkan dana Kartu Prakerja Kuasa Pengguna Anggaran Bendaharan Umum Negara (KPA BUN) menerbitkan surat keputusan penerima kartu prakerja (SK-PKP) yang berisi nama penerima Kartu Prakerja yang telah memenuhi syarat.

SK-PKP paling sedikit memuat nama dan NIK penerima Kartu Prakerja serta nominal alokasi per penerima Kartu Prakerja. Nominal yang dialokasikan terdiri dari biaya pelatihan, insentif biaya mencari kerja, dan insentif pengisian survei evaluasi.

Tahun ini, Program Kartu Prakerja bakal menyasar 5,6 juta peserta dengan besaran bantuan pelatihan dan insentif sebesar Rp3,55 juta per peserta yang terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta , insentif paska pelatihan Rp600.000 per bulan selama 4 bulan, dan insentif survei sebesar Rp150.000 untuk 3 kali survei.

Dalam penyalurannya, pembayaran biaya pelatihan dilaksanakan perjanjian antara Manajemen Program Kartu Prakerja dengan platform digital pemberi pelatihan.

Insentif biaya mencari kerja dapat diberikan kepada peseerta dengan ketentuan laporan kegiatan sudah disampaika oleh platform kepada Manajemen Program Kartu Prakerja.

Berdasarkan laporan tersebut, maker merekam pembayaran insentif ke dalam CMS dan checker melakukan verifikasi pembayaran dengan memperhatikan kesediaan saldo. Berdasarkan verifikasi dari checker, approver menyetujui tagihan dan melakukan pembayaran. Mekanisme yang kurang lebih sama juga berlaku pada pencairan insentif pengisian survei.

Biaya pelatihan dibayarkan ke rekening platform digital, sedangkan insentif biaya mencari kerja dan insentif pengisian survei langsung dibayarkan ke rekening penerima Kartu Prakerja. Pembayaran dilakukan dengan mekanisme overbooking.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu prakerja
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top