Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menko Luhut: Rencana Larangan Mudik Tidak Ganggu Logistik

Larangan mudik nantinya belum tentu akan ada penutupan akses jalan. Akan tetapi, meski pergerakan orang dibatasi, pergerakan barang tetap tidak boleh terganggu.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  15:28 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). -  ANTARA / Hafidz Mubarak A
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memastikan kegiatan logistik tetap berjalan lancar kendati aktivitas mudik Lebaran 2020 bisa saja ditunda untuk menekan dampak virus corona (Covid-19).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan dalam memutuskan larangan mudik di tengah menyebarnya virus corona, aktivitas bus antarkota antarprovinsi (AKAP) mungkin tidak beroperasi.

"Kalau bus antarkota itu mungkin akan terjadi [tidak beroperasi], tapi saya belum berani berspekulasi di sini," jelasnya dalam rilis media virtual yang dikutip, Selasa (31/3/2020).

Menurutnya, terkait larangan mudik nantinya belum tentu akan ada penutupan akses jalan. Pasalnya, walaupun pergerakan orang dibatasi, pergerakan barang tetap tidak boleh terganggu.

Dia tidak menginginkan pelarangan mudik yang berakibat pada aktivitas logistik yang tersendat bahkan lumpuh pun dengan ambulans supaya tetap dapat bergerak.

"Kami nanti akan sarankan supaya yang penting semua bisa lancar, tapi social distancing jalan, orang yang tidak kerja juga bisa masih hidup dengan bantuan pemerintah," katanya.

Luhut juga menyebut dinamika terkait Covid-19 ini bergerak sangat cepat, seperti mulai mudiknya sejumlah warga pekerja informal sebelum waktu mudik pada umumnya. Dia pun tidak menduga dinamikanya secepat ini.

Menurutnya, kebijakan pelarangan mudik akan berbeda setiap daerahnya termasuk karantina wilayahnya. Pasalnya, terdapat daerah yang memang belum terjamah virus corona dan ada beberapa daerah yang punya pola sendiri.

"Namun, Jakarta ini epicentrum ya, kemarin kami lihat 2 pekan kerja dari rumah atau lebih dampaknya itu lumayan menghentikan penyebaran lebih besar lagi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik Luhut Pandjaitan lebaran 2020
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top