Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Konstruksi, Adhi Karya Patuhi Protokol Pencegahan Corona

Adhi Karya menyatakan bahwa pihaknya akan mematuhi dan mengikuti aturan yang tertuang dalam Instruksi Menteri PUPR mengenai protokol pencegahan Covid-19 dalam penyelenggaraan jasa konstruksi.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  20:27 WIB
Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Budi Harto didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, usai rapat umum pemegang saham tahunan, di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Budi Harto didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, usai rapat umum pemegang saham tahunan, di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk. memastikan bahwa pihaknya akan mengikuti Instruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang mengatur tentang pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 dalam penyelenggaraan jasa konstruksi.

"Kami [Adhi Karya] ikuti sesuai Intruksi Menteri PUPR," kata Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto kepada Bisnis, Selasa (31/3/2020).

Meskipun demikian, Budi belum merespon apakah ada proyek Adhi Karya yang dihentikan sementara sebagai bentuk implementasi beleid tersebut.

Sebelumnya, Budi Harto yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) menyurati Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang isinya mengusulkan penghentian sementara proyek-proyek infrastruktur di daerah yang terpapar virus Corona (Covid-19).

Usulan tersebut dijawab dengan diterbitkannya Instruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Inmen PUPR) Nomor 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. Inmen tersebut diterbitkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada 27 Maret 2020.

Meskipun demikian, ternyata tidak semua proyek infrastruktur dihentikan sementara. Ada tiga kondisi yang mengharuskan sebuah proyek dihentikan.

Pertama, memiliki risiko tinggi akibat lokasi proyek berada di pusat sebaran. Kedua, telah ditemukan pekerja yang positif dan/atau berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Ketiga, pimpinan Kementerian atau Lembaga atau Instansi atau Kepala Daerah telah mengeluarkan peraturan untuk menghentikan kegiatan sementara akibat keadaan kahar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya jasa konstruksi Virus Corona Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top