Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fasilitas Penanganan Corona di Pulau Galang Beroperasi April

Pengoperasian fasilitas observasi atau penampungan untuk pengendalian infeksi penyakit menular di Pulau Galang molor dari target awal yang ditetapkan yaitu akhir Maret 2020.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  14:41 WIB
Proyek pembangunan ruang observasi dan isolasi pasien infeksi virus di Pulau Galang, Batam. - Bisnis/Bobi Bani
Proyek pembangunan ruang observasi dan isolasi pasien infeksi virus di Pulau Galang, Batam. - Bisnis/Bobi Bani

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengungkapkan fasilitas observasi atau penampungan atau karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau segera siap dioperasikan dalam waktu dekat.

Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H. Sumadilaga mengatakan fasilitas di Pulau Galang ini masih dalam penyelesaian tahap akhir dan ditargetkan selesai pada akhir Maret 2020.

"Insyaallah keseluruhan prasarana siap, masih ada beberapa alat medikal yang sedang dipasang atau disetel bersama Kementerian Kesehatan. Mudah-mudahan segera dioperasikan TNI dalam beberapa hari ke depan," kata Danis kepada Bisnis, Senin (30/3/2020).

Sebelumnya, Presiden Jokowi menginstruksikan agar pembangunan fasilitas observasi di Pulau Galang ini bisa rampung pada sebelum akhir Maret 2020 atau pada 28 Maret 2020. Menanggapi hal tersebut, Danis menyatakan bahwa fasilitas tersebut rencananya baru akan siap beroperasi pada awal April nanti.

"Selesai [pengerjaan] akhir Maret, pengoperasian [fasilitas] awal April," ujarnya.

Sebagai informasi, lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut yaitu di eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 kilometer dari Bandara Hang Nadim dan 56 kilometer dari Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga telah beberapa kali melakukan kunjungan ke Pulau Galang. Basuki mengatakan selain fasilitas utama untuk fungsi obervasi atau penampungan atau karantina termasuk isolasi, di area ini juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti rumah dokter atau perawat, dapur umum, gudang, laundry dan beberapa fasilitas lainnya.

Rencananya, fasilitas ini memiliki kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur. Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi, yakni Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas.

Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi.

Terakhir, Zona C adalah untuk tahap berikutnya dengan menyesuaikan kebutuhan untuk memanfaatkan cadangan lahan.

Keseluruhan pekerjaan berlangsung dibawah supervisi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Ditjen Cipta Karya. Adapun, kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya, sedangkan konsultan Manajemen Konstruksi adalah PT Virama Karya.

Terkait pemenuhan kebutuhan air bersih, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ditjen SDA juga telah melakukan pemasangan pipa transmisi air baku sepanjang 13,8 kilometer bersumber dari Waduk Monggak Rempang yang memiliki debit 232 liter per detik dan pompa air berkapasitas 5 liter per detik yang menyalurkan air dari reservoir ke clean water tank.

Selain itu, dilakukan pengerukan dan perluasan kapasitas embung yang berada di Pulau Galang untuk mendukung penyediaan air baku fasilitas observasi dan isolasi di Pulau Galang yang sudah rampung 100 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam Virus Corona Kementerian PUPR covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top