Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pak Jokowi! Segera Tunjuk Pak JK Jadi Penasehat Gugus Tugas Covid-19

Jusuf Kalla memiliki leadership dan pengalaman dalam menangani bencana, tak terkecuali krisis ekonomi.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 29 Maret 2020  |  19:44 WIB
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla siap memerangi virus corona. - Maria Yuliana Benyamin
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla siap memerangi virus corona. - Maria Yuliana Benyamin

Bisnis.com, JAKARTA--Ketua Dewan Pengarah Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Didik J. Rachbini menyarankan agar pemerintah melibatkan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) untuk menangani wabah virus Corona (Covid-19).

Didik menilai rekam jejak JK dalam penanganan bencana sudah teruji sejak Tsunami Aceh, krisis ekonomi 2008, hingga gempa Palu tahun lalu.

"Tidak ada orang di Istana yang lebih pengalaman dari JK untuk mengatasi masalah bencana. Presiden Jokowi lebih baik menjadikan JK sebagai penasehat Donny Monardo [Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana]," katanya dalam sesi diskusi virtual melalui Zoom Meetings, Minggu (29/3/2020).

Menurutnya, persoalan virus Corona yang dihadapi Indonesia saat ini bukan sekadar masalah kesehatan atau perlambatan ekonomi. Justru, dia menilai sekarang terjadi krisis kepemimpinan leadership crisis karena lambatnya pemerintah mengambil langkah penanganan pandemik Covid-19.

Salah satunya terkait penutupan wilayah secara total atau lockdown untuk mencegah penyebaran virus. Mantan anggota DPR RI tersebut menilai Presiden Jokowi seharusnya sudah menerapkan lockdown sejak awal penyebaran virus Corona di Indonesia.

Sayangnya, Presiden bergeming untuk melakukan lockdown hingga saat ini. Menurut dia, JK sudah lama menyarankan untuk lockdown. Namun, saran JK lebih ditanggapi pemerintah dengan sifat yang politis karena dinilai seperti subordinasi pimpinan negara.

"Pak Jokowi jangan angkuh, bilang tidak ada lockdown. Segera lockdown demi selamatkan warga. Penyebaran virus Corona itu seperti deret kali, sementara keputusan pemerintah bak deret tambah. Ada mismatched, masalah berjalan kencang, sementara pemerintah lelet," ungkapnya.

Senada dengan Didik, Ekonom Senior Insitute for Development of Economics and Finance (INDEF) Fadhil Hasan menilai sosok JK memiliki leadership dan pengalaman dalam menangani bencana, tak terkecuali krisis ekonomi.

Menurutnya, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) tersebut tak hanya sukses menjadi duta perdamaian dan pemulihan pasca-Tsunami di Aceh. JK juga berperan memastikan perekonomian RI saat terdampak krisis keuangan 2008.

"Saat itu, Pak SBY [Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono] meminta JK in charge dalam penanganan krisis ekonomi 2008. Dulu krisis lembaga keuangan, tetapi [ekonomi] masyarakat berjalan biasa. Sekarang dua-duanya kena dampak," jelasnya.

Jumlah pasien positif virus Corona atau Covid-19 bertambah 130 orang menjadi 1.285 pasien hingga Minggu (29/3/2020). Sejauh ini pemerintah telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 6.500 spesimen.

Kemudian kasus sembuh bertambah jadi 5 orang, menjadi 64 orang. Pasien meninggal menjadi 114 orang, atau tambah 12 orang pada periode yang sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top