Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Didik J. Rachbini: Pak Jokowi Jangan Angkuh, Segera Lockdown Selamatkan Warga

Tugas pemerintah menangkal wabah covid-19 adalah menangkal ekonomi agar tidak terjungkal menjadi krisis. Namun, keselamatan dan kesehatan warga negara merupakan prioritas utama.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 29 Maret 2020  |  17:47 WIB
Foto aerial kendaraan melintas di Simpang Susun Semanggi pada jam berangkat kerja di Jakarta, Senin (23/3/2020). Sejumlah ruas jalan utama tampak lebih lengang pada jam berangkat kerja. Hal ini karena sebagian perusahaan telah menerapkan bekerja dari rumah guna menekan penyebaran virus corona. Bisnis - Himawan L Nugraha
Foto aerial kendaraan melintas di Simpang Susun Semanggi pada jam berangkat kerja di Jakarta, Senin (23/3/2020). Sejumlah ruas jalan utama tampak lebih lengang pada jam berangkat kerja. Hal ini karena sebagian perusahaan telah menerapkan bekerja dari rumah guna menekan penyebaran virus corona. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Didik J. Rachbini meminta pemerintah segera menutup wilayah secara total (lockdown) untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Menurutnya, perlambatan ekonomi tidak dapat dicegah dan tugas pemerintah menangkal wabah covid-19 adalah menangkal ekonomi agar tidak terjungkal menjadi krisis. Namun, keselamatan dan kesehatan warga negara merupakan prioritas utama.

"Pak Jokowi jangan angkuh, bilang tidak ada lockdown. Segera lockdown demi selamatkan warga. Penyebaran virus Corona itu seperti deret kali, sementara keputusan pemerintah bak deret tambah. Ada mismatched, masalah berjalan kencang, sementara pemerintah lelet," ungkapnya dalam sesi diskusi virtual melalui Zoom Meetings, Minggu (29/3/2020).

Ekonom Senior Insitute for Development of Economics and Finance (INDEF) tersebut mengatakan Indonesia memiliki dua level, yaitu negara dan masyarakat. Di antara keduanya, terletak kepemimpinan atau leadership. Menurutnya, sumber daya negara sangat besar, yaitu APBN.

Dia mengatakan pemerintah tidak bisa lelet atau lambat mengambil keputusan, khususnya di situasi krisis seperti saat ini. Karena itu, dia meminta Presiden Joko Widodo mengikuti saran mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla untuk segera menerapkan lockdown di zona merah.

Menurutnya, tidak ada penghuni di Istana saat ini yang yang lebih dari berpengalaman dari JK, khususnya terkait pengelolaan dan tanggap darurat bencana.

"JK sudah lama menyarankan untuk lockdown. Namun, saran JK lebih ditanggapi dengan sifat yang politis karena mengikuti saran itu seperti tersubordinasi. Padahal tidak begitu," imbuhnya.

Mantan anggota DPR RI tersebut mengungkapkan kondisi publik juga terbelah secara politik. Satu kelompok adalah pengikut pro pemerintah anti-lockdown yang menyerang ahli-ahli yang justru memberi saran lockdown.

Orang yang memberi saran lockdown, lanjutnya, kemudian dicap sebagai lawan pemerintah pusat. Menurutnya, kalangan pro lockdown bukan bermaksud menyerang pemerintah, tetapi meminta pihak berwenang cepat tanggap menghadapi wabah virus Covid-19.

"Saya yakin JK tidak akan agresif. Keberadaan JK akan lebih baik jika ditambah kehadiran SBY [Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono], dijamin kolegialisme publik makin kuat," jelasnya.

Jumlah pasien positif virus Corona atau Covid-19 bertambah 130 orang menjadi 1.285 pasien hingga Minggu (29/3/2020). Sejauh ini pemerintah telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 6.500 spesimen.

Kemudian kasus sembuh bertambah jadi 5 orang, menjadi 64 orang. Pasien meninggal menjadi 114 orang, atau tambah 12 orang pada periode yang sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Lockdown
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top