Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mudik Gratis Batal Akibat Corona, Kemenhub Minta Maaf

Program mudik gratis yang diadakan mencakup dari Kementerian Perhubungan, BUMN, hingga swasta akan dibatalkan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  17:41 WIB
Penumpang memasuki peron di Stasiun Gambir, Jakarta, Sabtu (1/6/2019). - ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Penumpang memasuki peron di Stasiun Gambir, Jakarta, Sabtu (1/6/2019). - ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menghapus program mudik gratis pada masa Angkutan Lebaran 2020. Atas pembatalan tersebut, pemerintah pun memohon maaf kepada masyarakat yang sudah bersiap mengikuti program tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat Virus Corona di Indonesia yang berlaku selama 91 hari terhitung dari 29 Februari 2020 hingga 29 Mei 2020 mendatang. Program mudik gratis yang diadakan mencakup dari Kementerian Perhubungan, BUMN, hingga swasta akan dibatalkan.

"Oleh karena itu kami sampaikan kepada masyarakat yang sudah mendaftar mudik gratis, kami mohon maaf atas pembatalan ini. Saya imbau juga untuk masyarakat pada umumnya untuk tidak melakukan perjalanan dulu hingga situasi kondusif," katanya, Senin (23/3/2020).

Dia mengatakan hal ini melihat kondisi penyebaran virus Covid-19 yang begitu masif belakangan ini, walau berat, keputusan ini dinilai paling tepat. Oleh karena itu, harapannya agar masyarakat dapat mengerti dan mematuhi apa yang sedang dilakukan pemerintah.

Saat ini pemerintah juga aktif mendorong masyarakat untuk tidak mudik, meminimalisir mobilisasi agar tidak memperluas kemungkinan penularan Covid-19.

Budi mengatakan untuk Ditjen Perhubungan Darat, baik mudik gratis dengan bus dan kapal penyeberangan semuanya akan dihapuskan. Dia mengharapkan peran serta masyarakat untuk tidak bepergian apalagi melakukan mudik pada saat libur Lebaran nanti.

“Saat ini kita akan berganti fokus, saling bantu-membantu antara pemerintah pusat maupun daerah untuk mengatasi penularan Covid-19. Kita tahu dengan mudik, artinya ada arus orang banyak yang akan melakukan perjalanan, ini tentu berbahaya dan beresiko tinggi jika tetap dilakukan,” ujarnya.

Mudik merupakan aktivitas yang melibatkan banyak massa, berisiko menjadi titik penyebaran virus tersebut. Pemudik bepergian ke daerahnya masing-masing dan berpotensi membuat wilayah persebaran Covid-19 semakin luas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Virus Corona
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top