Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Corona, Kementerian PUPR Siapkan Protokol Proyek Infrastruktur

Hingga akhir Februari belum ada proyek infrastruktur yang pembiayaannya berasal dari China terdampak akibat penyebaran virus corona.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 15 Maret 2020  |  20:56 WIB
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyusun protokol terkait proyek infrastruktur yang tengah berjalan dengan adanya penemuan peningkatan kasus positif terinfeksi virus corona di Indonesia.

"Sementara ini sedang disiapkan protokolnya, jika sudah selesai akan diinfokan," kata Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Trisasongko Widianto kepada Bisnis.com, Minggu (15/3/2020).

Sebelumnya diberitakan, hingga akhir Februari belum ada proyek infrastruktur yang pembiayaannya berasal dari China terdampak akibat penyebaran virus corona. Seperti diketahui, China menjadi negara pertama dengan kasus virus corona ditemukan.

Dari data Direktorat Jenderal Bina Konstruksi berdasarkan Sistem Laporan Tahunan (SILAPTA) BUJKA atau PMA terdapat 15 proyek konstruksi di seluruh Kementerian atau Lembaga (K/L) yang pendanaannya berasal dari pinjaman China dimana proyek berakhir pada tahun 2020-2023.

Adapun di Kementerian PUPR terdapat dua proyek yang dibiayai dari pinjaman China yaitu Toll Road Development Cileunyi - Dawuan - Sumedang Phase II yang berakhir pada tahun 2020 dan Toll Road Development Cileunyi - Dawuhan - Sumedang Phase III yang direncanakan akan dimulai tahun 2020.

Terkait tenaga kerja asing yang terdampak virus corona, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga akan mengikuti kebijakan dari kementerian terkait dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Kementerian Tenaga Kerja.

Sebelumnya, pada awal Februari, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. juga telah melakukan antisipasi pergerakan tenaga kerja di proyek kereta cepat. Dalam perkembangannya, pada awal Maret 2020, Wijaya Karya juga masih melakukan upaya evaluasi terkait dampak virus corona pada proyek kereta cepat.

Dikonfirmasi kembali terkait kelanjutan proyek kereta cepat dengan adanya status peningkatan penemuan positif terinfeksi virus corona, pihak Wijaya Karya mengaku belum bisa berkomentar banyak.

"Belum bisa kasih tanggapan, baru besok [Senin/16/3/2020] kami di internal akan ada ratas untuk itu semua, mohon maaf," kata Corporate Secretary PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Mahendra Vijaya kepada Bisnis.com, Minggu (15/3/2020).

Seperti diketahui, pada Sabtu (14/3/2020), pemerintah telah mengumumkan bahwa Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif terinfeksi virus corona atau covid 19.

Dalam perkembangannya, pada Minggu (15/3/2020), pemerintah mengumumkan bahwa jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona astau Covid-19 kembali bertambah menjadi 117 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur Virus Corona Kereta Cepat
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top