Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Dibayangi Virus Corona, Ini Paket Stimulus Baru dari Pemerintah

Untuk tetap bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan virus corona, maka pemerintah Indonesia memberikan stimulus baru.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 13 Maret 2020  |  10:49 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pemaparan saat menghadiri Assegaf Hamzah & Partners (AHP) Business Law Forum 2020 di Jakarta, Kamis (5/3/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pemaparan saat menghadiri Assegaf Hamzah & Partners (AHP) Business Law Forum 2020 di Jakarta, Kamis (5/3/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akhirnya mengumumkan paket stimulus kedua untuk menghadapi dampak ekonomi sebagai imbas penyebaran virus corona (Covid-19).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan stimulus dikucurkan karena virus corona telah menjadi pandemi global, sesuai dengan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Dia menerangkan, pemerintah akan fokus pada ketersediaan stok pangan. Kemudian sektor pariwisata dan transportasi. Penurunan harga minyak akibat perang harga antara Arab Saudi dan Rusia juga jadi turut perhatian.

“Pemerintah mengeluarkan stimulus kedua untuk beberapa beberapa hal terkait fiskal relaksasi PPh pasal 21 ditanggung pemerintah diberikan 6 bulan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/2/2020).

Dia melanjutkan, relaksasi juga diberikan untuk PPh pasal 22 impor yang berlaku 19 sektor pengolahan. Pemerintah juga memberikan potongan PPh pasal 25 sebesar 30 persen. Relaksasi restitusi PPh diberikan tanpa audit dan tanpa plafon untuk industri orientasi ekspor, berlaku enam bulan.

“Kemudian ada relaksasi bea masuk sektor industri. ada stimulus non fiskal penyederhanaan larangan untuk ekspor health certificate dan V-legal tidak diwajibkan,” jelas Airlangga.

Pemerintah juga melonggarkan larangan terbatas untuk 443 HS produk ikan dan non ikan, industri kehutanan. Lebih lanjut bahan pangan strategis, industri garam, gula, dan tepung. Relaksasi ini diperuntukkan bagi reputable trader yang mempunyai kepatuhan tinggi.

Ini empat insentif pajak yang diberikan pemerintah unuk mengantisipasi dampak ekonomi dari virus corona atau Covid-19 di Indonesia./Feni Freycinetia

Konferensi pers pemaparan stimulus kedua penanganan dampak virus Corona dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, Direktur Kepersertaan BP Jamsostek Ilyas Lubis, dan perwakilan Kementerian Pertanian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

corona stimulus stimulus ekonomi Virus Corona Paket Kebijakan Ekonomi
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top