Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gawat! Virus Corona Ancam 50 Juta Lapangan Kerja di Sektor Pariwisata

Wabah virus corona (Covid-19) mencancam lapangan kerja di sektor perjalanan dan pariwisata global, di saat perjalanan internasional diperkirakan terpangkas hingga 25 persen tahun ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Maret 2020  |  23:23 WIB
Gawat! Virus Corona Ancam 50 Juta Lapangan Kerja di Sektor Pariwisata
Kursi penumpang yang kosong duduk di dalam penerbangan dari Singapura setelah turun di London - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Wabah virus corona (Covid-19) mencancam lapangan kerja di sektor perjalanan dan pariwisata global, di saat perjalanan internasional diperkirakan terpangkas hingga 25 persen tahun ini.

Hal ini diungkapkan oleh Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia (World Travel and Tourism Council/WTTC) dalam risetnya yang dirilis pada Jumat (13/3/2020).

Presiden & CEO WTTC, Gloria Guevara, mengatakan temuan WTTC menunjukkan dampak yang nyata pada sektor perjalanan dan pariwisata akibat wabah Covid-19, yang berpotensi mengakibatkan 50 juta orang di seluruh dunia kehilangan pekerjaan.

"Ketika waktunya tepat, WTTC dan sektor swasta global akan siap membantu dan mendukung pemerintah dan negara-negara untuk pulih," ungkap Gloria dalam rilis WTTC, Jumat (13/3).

Angka terbaru dari WTTC, yang mewakili sektor perjalanan dan pariwisata swasta global, menunjukkan bahwa perjalanan di seluruh dunia dapat terkena dampak negatif hingga 25 persen pada tahun 2020. Ini setara dengan hilangnya perjalanan global selama 3 bulan dan dapat mengakibatkan industri memangkas tenaga kerja sebanyak 12 hingga 14 persen.

“Wabah COVID-19 jelas menghadirkan ancaman signifikan bagi industri secara keseluruhan, bagi mereka yang bekerja di dalamnya, dan mereka yang ingin melanjutkan perjalanan,” ungkap Gloria.

Sementara itu, Direktur Pelaksana WTTC, Virginia Messina mengatakan masalah utama bagi perusahaan adalah bagaimana dan berapa lama mereka dapat bertahan tanpa menghasilkan pendapatan atau mengalami kerugian.

"Sektor pariwisata pasti akan menderita,” ungkap Virginia, seperti dikutip dari Bloomberg.

Bisnis yang paling terkena dampak adalah mereka yang bergantung pada wisatawan China, karena Negeri Panda tersebut menyumbang sebagian besar wisatawan ke seluruh dunia.

Virginia menambahkan konsekuensi bagi perusahaan pelayaran akan sangat "menghancurkan" karena sejumlah negara melarang kapal berlabuh di pelabuhan mereka setelah Covid-19 terdeteksi pada sejumlah kapal.

Namun, ia mengatakan industri pariwisata telah terbiasa dengan kejutan semacam ini dan telah menjadi lebih tangguh dari waktu ke waktu. Sebuah studi WTTC terhadap 90 krisis berbeda menunjukkan bahwa saat ini industri membutuhkan waktu sekitar 10 bulan untuk pulih, turun dari 24 bulan satu dekade lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata wisatawan Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top