Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wisata Minat Khusus Jadi Strategi Pacu Kunjungan Wisman

Wisata minat khusus menjadi salah satu strategi pemerintah meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik di Indonesia,
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 12 Maret 2020  |  22:43 WIB
Latihan Freediving - freediveinternational.com
Latihan Freediving - freediveinternational.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus mendorong peningkatan kualitas kunjungan wisatawan serta devisa pariwisata, salah satu caranya melalui kegiatan wisata minat khusus termasuk di dalamnya wisata petualangan (adventure).

Sektretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Edy Wardoyo menjelaskan, fokus pariwisata Indonesia dalam lima tahun ke depan adalah meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan, yakni meningkatkan pengeluaran rata-rata wisatawan/ASPA (Average Spending per Arrival) maupun length of stay (LoS) sehingga berdampak positif terhadap peningkatan devisa.

“Untuk mencapai target tersebut berbagai upaya dilakukan di antaranya dengan meningkatkan kualitas produk termasuk wisata minat khusus yang beragam jenisnya sehingga diharapkan bisa meningkatkan ASPA dan LoS di kalangan wisatawan selama berkunjung ke Indonesia,” kata Edy Wardoyo, seusai membuka pameran INDOFEST 2020 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (12/3/2020).

Dalam keterangan resminya, menurut Edy Wardoyo beragam produk wisata minat khusus seperti surfing, diving, tracking, hiking, rafting, atau fishing, terbukti mampu mendatangkan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Menurutnya, para wisatawan mancanegara untuk pariwisata khusus juga memiliki waktu tinggal serta pengeluaran yang lebih tinggi dibanding wisatawan leisure pada umumnya.

“Misalnya di wisata minat khusus selam (diving) di mana spending diver itu tinggi. Karena rata-rata waktu tinggal mereka cukup lama. Baru tiba mereka belum tentu langsung diving, setelah menyelesaikan trip diving-nya mereka juga harus punya waktu istirahat minimal satu hari. Jadi length of stay-nya lebih lama,” kata Edy Wardoyo.

Adapun, menurut data Adventure Travel Trade Association juga menunjukkan wisata minat khusus memberikan dampak langsung pada masyarakat atau destinasi karena penikmat wisata petualangan sekitar 67 persen pengeluarannya langsung bisa dirasakan masyarakat di daerah yang dikunjungi.

Pemerintah sendiri tahun ini menargetkan devisa pariwisata sebesar US$21 miliar dan kunjungan wisman sebanyak US$17,3 juta orang.

“Melalui pameran INDOFEST 2020 produk wisata minat khusus semakin terpromosikan sehingga menarik bagi wisatawan untuk melakukan wisata peluangan atau outdoor di berbagai destinasi menarik di Tanah Air,” katanya.

Sementara  Chief Executive Officer COS Event, Disyon Toba, sebagai penyelenggara pameran mengatakan INDOFEST 2020 merupakan salah satu acara yang selalu dinantikan para pecinta kegiatan wisata minat khusus atau kegiatan outdoor.

Hadir dalam acara pembukaan pameran INDOFEST 2020 tersebut antara lain mantan Menpora Hayono Isman sebagai Ketua Umum Federasi Olahraga Rekreasi Indonesia (FORMI), Kadisparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, dan Bupati Belitung H Sahani Saleh.

“Event ini sebagai ‘lebarannya’ kalangan pencinta wisata autdoor di Tanah Air. Mereka datang dari berbagai komunitas pecinta wisata alam,” kata Disyon Toba.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata wisatawan kemenparekraf
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top