Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perdagangan RI-Austria: Skala Impor Produk Spesifik Masih Relatif Kecil

Peningkatan skala impor untuk berbagai produk Indonesia masih menjadi tantangan dalam meningkatkan perdagangan Indonesia di Austria.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 09 Maret 2020  |  06:18 WIB
Banyaknya fasilitas publik yang nyaman seperti taman di dekat Natural History Museum di Wina, Austria ini adalah salah satu penyebab keberhasilan Wina menjadi kota paling nyaman di seluruh dunia versi Global Liveability Index yang dikeluarkan Economist Intelligence Unit (EIU), Selasa (14/8). - Reuters/Heinz/Peter Bader
Banyaknya fasilitas publik yang nyaman seperti taman di dekat Natural History Museum di Wina, Austria ini adalah salah satu penyebab keberhasilan Wina menjadi kota paling nyaman di seluruh dunia versi Global Liveability Index yang dikeluarkan Economist Intelligence Unit (EIU), Selasa (14/8). - Reuters/Heinz/Peter Bader

Bisnis.com, JAKARTA - Peningkatan skala impor untuk berbagai produk Indonesia masih menjadi tantangan dalam meningkatkan perdagangan Indonesia di Austria.

Duta Besar RI Untuk Austria merangkap Slovenia Darmansjah Djumala mengatakan sebagian besar impor Austria dari Indonesia dilakukan melalui distributor yang berbasis negara ketiga, khususnya Jerman dan Belanda yang memiliki pelabuhan laut besar seperti di Hamburg dan Rotterdam.

“Skema impor semacam itu untuk saat ini masih dinilai lebih efisien oleh para importir Austria karena kemungkinan skala impor untuk per produk spesifik masih relatif kecil,” katanya kepada Bisnis dikutip Minggu (8/3/2020).

Apalagi, dia melanjutkan perdagangan antar sesama negara Uni Eropa sudah tidak ada hambatan karena masih satu wilayah kepabeanan. Oleh karena itu, tantangan ke depannya adalah bagaimana meningkatkan skala impor untuk masing-masing produk Indonesia.

“Sehingga pelaku importir Austria akan melihat proses impor langsung dari Indonesia menjadi lebih efisien tanpa melalui negara ketiga,” katanya.

Dia menjelaskan data Kementerian Perdagangan RI memang menunjukkan bahwa neraca perdagangan Indonesia-Austria mengalami defisit, tetapi  faktanya bahwa angka statistik Austria justru menunjukkan bahwa Indonesia mengalami surplus dengan kecenderungan kenaikan ekspor rata-rata sebesar 7,4% per tahun sejak 2014.

Perbedaan data ini terjadi karena sebagian besar impor Austria dari Indonesia dilakukan melalui distributor perdagangan yang berbasis negara ketiga, khususnya Jerman dan Belanda, yang memiliki pelabuhan laut besar seperti di Hamburg dan Rotterdam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan austria
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top