Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Proyek PLTMH Menarik Bagi Investor, Asal...

Banyaknya infrastruktur bendungan di Indonesia menarik minat investor untuk membangun PLTMH, tetapi dibutuhkan adanya dukungan dari pemerintah untuk mengatasi berbagai kendala.

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengembang Listrik Tenaga Air mengungkapkan infrastruktur bendungan menarik untuk investor asalkan adanya jaminan bahwa listrik yang dihasilkan akan terserap.

Ketua Asosiasi Pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Air Riza Husni mengatakan pihaknya menyambut baik adanya revisi dari Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 50/2017 yang dinilai bisa menjadi angin segar bagi para investor. Pasalnya, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) ini sebenarnya banyak diminati investor.

Riza mengatakan keluarnya Permen 50/2017 ketika itu mengindikasikan bahwa energi terbarukan belum jadi perhatian. Namun, saat ini Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan salah satunya melalui pemanfaatan bendungan.

Saat ini, katanya, peraturan presiden tengah disiapkan untuk mengatur hal tersebut. Menurutnya, asosiasi menyambut baik rencana terbitnya Perpres yang dibuat untuk mengatasi aturan yang tumpang tindih antara kementerian.

“Memang kami harapkan dengan Perpres yang akan datang tidak akan terjadi lagi lelang ganda. Insyaallah nanti kalau sudah dilelang di PUPR [Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat] akan diakui oleh PLN pemenang lelangnya. Itu yang akan diterapkan, sehingga keluhan dari calon-calon investor sudah diberesin di Perpres yang akan datang,” jelasnya, kepada Bisnis, Sabtu (29/2/2020).

Dia menjelaskan pengembangan energi baru dan terbarukan dengan PLTMH ini menjadi menarik karena pembangunannya lebih sederhana dengan sudah tersedianya infrastruktur bendungannya.

Namun, dia menilai tetap ada sisi negatifnya karena fungsi bendungan itu sendiri sebagai irigasi sehingga pola operasinya harus mengikuti irigasi sehingga tidak bisa sembarangan.

“Jadi ada plus minusnya. Tapi secara keseluruhan sangat menarik karena kalau pembangunan untuk skala kecil, biasanya investasi terbesar di infrastruktur bendungannya, ini bendungannya sudah dibangun oleh pemerintah, jadi tinggal tambah sedikit bisa berjalan, jadi Insyaallah sangat menarik,” katanya.

Lebih lanjut, dia menyatakan pengembangan PLTMH masih menghadapi tantangan lainnya yaitu jaminan penyerapan tenaga listrik yang dihasilkan oleh PLN.  Menurutnya, hal yang perlu jadi perhatian adalah memastikan bahwa ketika nantinya energi listrik itu ada, maka bisa dibeli dan diserap oleh PLN.

“Bisa jadi walau listriknya murah, tetapi tidak menarik bagi PLN karena sudah terlanjur kontrak dengan kapal diesel,” ujarnya.

Lebih lanjut, imbuhnya, kebutuhan energi terbarukan dengan pemanfaatan bendungan ini memang akan sangat bergantung pasokan di daerah tersebut.

Dia menjelaskan jika di daerah yang pasokan listriknya sudah melimpah, keberadaan pasokan dari tenaga air ini mungkin bisa tidak terserap. Misalnya, di Bali belum tentu dibutuhkan karena biaya PLN di Jawa-Bali sudah rendah. Namun, lain halnya jika di Nusa Tenggara Timur dan lokasi lain.

“Bendungan sangat menarik buat investasi apalagi PLTMH skala kecil dengan catatan PLN mau beli, jangan sampai sudah menang lelang PUPR, begitu dikontrak, tidak terserap, jadi repot,” ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Agne Yasa
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper