Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sepanjang 2015-2019, Negara Raup Transaksi Lelang Barang Sitaan Rp85,9 Triliun

Peran lelang dalam perekonomian nasional antara lain membantu penyelesaian kredit macet (Non Performing Loan/NPL) perbankan nasional dengan pencairan agunan melalui penjualan lelang dan lain sebagainya.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  17:24 WIB
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Tangerang berhasil melaksanakan lelang barang rampasan KPK kasus kepengurusan penambahan kuota impor daging sapi. - djkn.kemenkeu.go.id
Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Tangerang berhasil melaksanakan lelang barang rampasan KPK kasus kepengurusan penambahan kuota impor daging sapi. - djkn.kemenkeu.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) mencatat total frekuensi penyelenggaraan lelang dalam periode 2015 – 2019 sebanyak 282.441 kali, dengan nilai total pokok transaksi lelang sebesar Rp85,9 triliun.

Dari total transaksi lelang tersebut, negara mendapatkan penerimaan sejumlah Rp6,48 triliun yang terdiri atas PNBP (Bea Lelang) Rp1,98 triliun, PPh Rp849,4 miliar, BPHTB (untuk daerah) Rp497,3 miliar, dan hak negara/daerah dari penjualan barang rampasan/milik negara/daerah Rp3,15 triliun.

Direktur Lelang DJKN lukman Effendi mengungkapkan capaian positif tersebut diperoleh atas upaya DJKN dalam melakukan perbaikan yang terus menerus atas proses pelaksanaan lelang melalui pemanfaatan teknologi informasi.

"Dengan dukungan teknologi, saat ini pelaksanaan lelang telah mengalami transformasi dari cara konvensional dengan kehadiran peserta (face to face) menjadi tanpa kehadiran peserta melalui situs www.lelang.go.id," ujar Lukman, Jumat (28/2/2020).

Hari ini lelang Indonesia tepat berusia 112 tahun sejak diundangkannya Vendu Reglement pada tanggal 28 Februari 1908. Memperingati momentum ini, DJKN berencana akan melaksanakan lelang serentak di seluruh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) pada bulan Maret 2020. Pelaksanaan lelang ini akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Barang yang akan dilelang berupa tanah dan bangunan, kendaraan bermotor, kapal, dan produk UMKM. Total nilai dari barang-barang tersebut diperkirakan sebesar Rp30 miliar.

Adapun terkait dengan maraknya praktik penipuan yang mengatasnamakan lelang, DJKN telah bekerja sama dengan kepolisian berhasil mengungkap pelaku penipuan tersebut, namun demikian masih terdapat beberapa kasus penipuan yang terjadi.

Lelang yang dilaksanakan KPKNL tidak mengenal prosedur penawaran secara pibadi, melainkan diumumkan melalui surat kabar atau ditayangkan dalam situs www.lelang.go.id dan penyetoran uang jaminan dilakukan melalui rekening resmi KPKNL.

Oleh karena itu, jika terdapat penawaran lelang yang tidak sesuai dengan konsep lelang tersebut, DJKN mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan konfirmasi melalui call center DJKN (021) 1500991, KPKNL setempat, atau situs lelang Indonesia.

Menurut Lukman, peran lelang dalam perekonomian nasional antara lain membantu penyelesaian kredit macet (Non Performing Loan/NPL) perbankan nasional dengan pencairan agunan melalui penjualan lelang. Hal ini dapat menambah ekuitas perbankan sehingga penyaluran dana kepada masyarakat yang pada gilirannya dapat dipergunakan dalam menjamin fungsi intermediary perbankan dalam mendukung perekonomian nasional.

Lelang juga berperan membantu pemulihan keuangan negara dengan penjualan lelang barang-barang rampasan negara oleh KPK atau Kejaksan, serta barang-barang sitaan PUPN, Pajak, atau Bea Cukai. Di sektor privat, lelang berperan menggerakkan roda perekonomian melalui perputaran arus barang dalam transaksi jual beli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK lelang djkn
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top